الحديث الحادي والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Satu

عن أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الأَرْضِ مِنْ شَىْءٍ غَيْرُ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنَ الْكَرَامَةِ [رواه البخاري ومسلم].

Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw, beliau bersabda, Tidaklah seseorang yang masuk sorga suka untuk kembali ke dunia dengan segala yang dimilikinya di dunia, kecuali orang yang mati syahid. Dia menginginkan untuk dikembaklikan ke dunia untuk bisa terbunuh sepuluh kali, ketika mereka melihat betapa besar kemuliaannya (mati syahid)” [HR.al-Bukhari dan Muslim]

الحديث الثاني والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Dua

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ نُودِيَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا خَيْرٌ فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلَاةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلَاةِ وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عَلَى مَنْ دُعِيَ مِنْ تِلْكَ الْأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الْأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ نَعَمْ وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ [رواه البخاري ومسلم].

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulllah saw bersabda; Barang siapa memberikan nafkah untuk dua istri dijalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan. Barangsiapa berasal dari golongan orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, maka dia akan dipanggil dari pintu salat, yang berasal dari kalangan yang suka berjihad, maka akan dipanggil dari pintu jihad, demikian juga dengan golongan yang berpuasa akan dipanggil dari pintu Rayyan, yang suka bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. Abu Bakar bertanya Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah apakah setiap hamba akan dipanggil dari pintu-pintu tersebut? Lalu mungkinkah seseorang dipanggil dari seluruh pintu tersebut? Beliau menjawab, Ya, ada dan aku berharap engkau termasuk salah seorang diantara mereka (HR al-Bukhari dan Muslim)

الحديث الثالث والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Tiga

عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ الأَنْصَارِىِّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ بِنَاقَةٍ مَخْطُومَةٍ فَقَالَ هَذِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعُمِائَةِ نَاقِةٍ كُلُّهَا مَخْطُومَةٌ [رواه مسلم].

Dari Abu Mas’ud al-Anshari, ia berkata; Ada seseorang datang dengan membawa seekor onta yang terikat tali di hidungnya, Lalu ia berkata: Ini (untuk berjihad) fi sabilillah! Maka Rasulullah saw berkata: (Sebagai balasannya) di hari kiamat nanti bagimu 700 ekor unta semuanya dengan bertali di hidungnya. (HR Muslim)

الحديث الرابع والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Empat

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ الْغَزْوُ غَزْوَانِ فَأَمَّا مَنِ ابْتَغَى وَجْهَ اللَّهِ وَأَطَاعَ الإِمَامَ وَأَنْفَقَ الْكَرِيمَةَ وَيَاسَرَ الشَّرِيكَ وَاجْتَنَبَ الْفَسَادَ فَإِنَّ نَوْمَهُ وَنُبْهَهُ أَجْرٌ كُلُّهُ وَأَمَّا مَنْ غَزَا فَخْراً وَرِيَاءً وَسُمْعَةً وَعَصَى الإِمَامَ وَأَفْسَدَ فِى الأَرْضِ فَإِنَّهُ لَمْ يَرْجِعْ بِالْكَفَافِ [رواه الإمام أحمد وأبو داوود وغيرهم، والحاكم وقال: صحيح].

Dari Mu’adz bin Jabal, dari Rasulullah saw, bahwa beliau telah bersabda; “Perang itu ada dua. Barangsiapa yang (berperang) mencari wajah (dengan keridloan) Allah, mentaati Imam, menginfakkan harta pilihan, memudahkan kawan, menjauhi perbuatan merusak, maka sesungguhnya tidur dan jaganya semuanya membuahkan pahala. Adapun orang yang berperang karena kesombongan, riya dan mencari kemasyuran, dan durhaka terhadap Imam serta membuat kerusakan dibumi maka sesungguhnya ia tidak akan kembali dengan rezeki yang cukup.” (HR Imam Ahmad, Abu Daud, dan lain-lain. Al-Hakim mengatakan ini hadis shahih)

الحديث الخامس والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Lima

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه [يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ] الشُّهَدَاءُ أَرْبَعَةٌ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الإِيمَانِ لَقِىَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَلِكَ الَّذِى يَرْفَعُ النَّاسُ إِلَيْهِ أَعْيُنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ هَكَذَا. وَرَفَعَ رَأْسَهُ حَتَّى وَقَعَتْ قَلَنْسُوَتُهُ. قَالَ فَلاَ أَدْرِى أَقَلَنْسُوَةَ عُمَرَ أَرَادَ أَمْ قَلَنْسُوَةَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ جَيِّدُ الإِيمَانِ لَقِىَ الْعَدُوَّ فَكَأَنَّمَا ضُرِبَ جِلْدُهُ بِشَوْكِ طَلْحٍ مِنَ الْجُبْنِ أَتَاهُ سَهْمٌ غَرْبٌ فَقَتَلَهُ فَهُوَ فِى الدَّرَجَةِ الثَّانِيَةِ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ خَلَطَ عَمَلاً صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا لَقِىَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَلِكَ فِى الدَّرَجَةِ الثَّالِثَةِ وَرَجُلٌ مُؤْمِنٌ أَسْرَفَ عَلَى نَفْسِهِ لَقِىَ الْعَدُوَّ فَصَدَقَ اللَّهَ حَتَّى قُتِلَ فَذَلِكَ فِى الدَّرَجَةِ الرَّابِعَةِ [رواه الإمام أحمد والترمذي، وهو حديث حسن].

Dari Amirul mukminin, Umar bin al-Khaththab, ra [ia berkata; Aku mendengar Rasulullah saw bersabda;] Syahid itu ada empat macam, seorang mukmin yang baik imannya ia bertemu musuh maka ia membenarkan (janji) Allah (terhadap syuhada’) sehingga ia terbunuh, maka itulah yang yang akan dipandang oleh mata manusia dengan mendongak pada hari kiamat, seraya mendongakkan kepalanya sehingga pecinya terjatuh, (rawi hadis setelah Umar) berkata; Aku tidak tahu apakah (yang jatuh itu) peci Umar atau peci Nabi saw. Ia (Umar) berkata, dan lelaki mukmin yang baik imannya bertemu musuh seolah-olah kulitnya seperti duri pohon karena takut, lalu terkena anak panah sehingga ia terbunuh, maka ia ada di tingkatan kedua. Dan seorang lelaki mukmin yang bercampur antara amal shalih dengan amal buruk, ia bertemu musuh lalu ia membenarkan (jaji) Allah (kepada Syuhada’) sehingga ia terbunuh, maka ia berada di tingkat ketiga. Dan seroang lelaki mukmin yang berlaku israf terhadap dirinya sendiri, ia bertemu musuh hingga terbunuh maka ia berada pada tingkatan keempat (HR Imam Ahmad dan at-Tirmidzi, ia menyatakan hadis ini adalah hadis hasan)

الحديث السادس والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Enam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَافِرُوا تَصِحُّوا وَاغْزُوا تَسْتَغْنُوا [رواه الإمام أحمد، ورجاله ثقات].

Dari Abu Hurairah, bahwasannya nabi saw bersabda; Bersafarlah niscaya kalian akan sehat, dan berperanglah niscaya kau akan berkecukupan (HR Imam Ahmad, rijalnya tsiqah)

الحديث السابع والثلاثون
Hadis ketigah puluh tujuh

عَنْ أَبِى أُمَامَةَ الْبَاهِلِيّ رضي الله عَنْهُ قَالَ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِى فِى السِّيَاحَةِ. قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِنَّ سِيَاحَةَ أُمَّتِى الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى [رواه أبو داوود والبيهقي والحاكم وقال: صحيح الإسناد].

Dari Abu Umamah al-Bahili, ia berkata; bahwasannya ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulllah; Wahai Rasulullah saw, izinkanlah aku untuk mengikuti siyahah (wisata), Nabi saw berkata saw Sesungguhnya siyahah (wisatanya) umatku adalah berjihad fi sabilillah (HR Abu Dawud, al-Baihaqi, dan al-Hakim. Hakim berkata; hadis ini shahih al-Isnad)

الحديث الثامن والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Delapan

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ [رواه الترمذي وصححه، والحاكم وقال: صحيح على شرط مسلم].

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda; ada tiga golongan atas Allah dan pertolongan kepada mereka, mujahid fi sabilillah, budak yang memerdekakan diri dengan mencicil harganya yang ingin melunasi cicilannya, dan orang menikah karena ingin menjaga kesucian (HR at-Tirmidzi, dan dia menyatakan keshahihannya, dan juga diriwayatkan oleh al-hakim dan ia berkata; hadis ini shahih mengikuti syarat Muskim)

الحديث التاسع والثلاثون
Hadis Ketiga Puluh Sembilan

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاهِدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّ الْجِهَادَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بَابٌ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يُنَجِّي اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِهِ مِنْ الْهَمِّ وَالْغَمِّ [رواه الطبراني والحاكم وقال: صحيح الإسناد].

Dari Ubadah bin shamit, ia berkata; Rasulullah saw bersabda; Berjihadlah kalian di jalan Allah, karena sesungguhnya juhad fi sabilillah adalah salah satu pintu di antara pintu-pintu sorga, Allah akan menyelamatkan hamba-Nya dari ketakutan dan kekhawatiran (HR ath-Thabrani dan al-Hakim, dan al-Hakim mengatakan, hadis ini shahih al-Isnad)

الحديث الأربعون
Hadis Keempat Puluh

عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقْرَبُ الْعَمَلِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ: الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ لاَ يُقَارِبُهُ شَيْءٌ. [رواه البخاري في تاريخه].

Dari Fadlalah bin Ubaid ra, bahwa rasulullah saw bersabda; amal yang paling dekat kepada Allah adalah jihad fi sabilillah, tidak ada sesuatu pun yang mendekatinya (HR al-Bukhari di dalam kitab at-Tarikh)

Catatan hadis ini;
[At-Tarikh al-Kabir (4:152), dinyatakan dla’if oleh Syaikh al-Albani di dalam kitab Dla’if al-Jami’ ash-Shaghir wa Ziyadatuhu, no (1171). Menurutku, semua rijalnya tsiqat kecuali Utsman bin Shalih as-Sahmi, dia adalah salah seorang guru imam al-Bukhari. Utsman ini diperdebatkan oleh para ahli, Abu Hatim mengatakan, dia Syaikh. Tetapi Ahmad bin Shalih al-Mishri menyatakan dengan ungkapan layyin. Lihat Tahdzib al-Kamal 19:393 dan Mizan 3:436. ]

الحديث الحادي والأربعون
Hadis keempat puluh satu

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ [كُنْتُ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ فَأَصْبَحْتُ يَوْمًا قَرِيبًا مِنْهُ وَنَحْنُ نَسِيرُ فَـ]قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِى بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِى مِنَ النَّارِ. قَالَ لَقَدْ سَأَلْتَنِى عَنْ عَظِيمٍ وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ تَعْبُدُ اللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ [المكتوبة] وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ [المفروضة] وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَحُجُّ الْبَيْتَ. ثُمَّ قَالَ أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ. قَالَ ثُمَّ تَلاَ (تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ) حَتَّى بَلَغَ (يَعْمَلُونَ) ثُمَّ قَالَ أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ كُلِّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ . قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ . ثُمَّ قَالَ أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ. قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ [رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح].

Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata: [Aku pernah bersama Nabi saw di dalam suatu perjalanan, lalu pada suatu hari aku menjadi sangat dekat dengan beliau ketika kami sedang berjalan, lalu] aku bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahulah aku suatu amal yang dapat memasukan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, namun sesungguhnya itu adalah mudah bagi orang yang diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala. Hendaknya engkau beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan sholat [fardlu], mengeluarkan zakat [fardlu] , melakukan shaum pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah.” Kemudian beliau bersabda. “Inginkah engkau kuberi petunjuk tentang pintu-pintu kebaikan? Shaum itu adalah perisai dan sedekah itu memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api, lalu lakukanlah shalat di tengah malam.” Kemudian beliau membaca ayat, Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya……yang telah mereka kerjakan, (As-Sajdah 16-17). Kemudian beliau bersabda kembali, “Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok dan tiang serta puncak segala urusan?”. Aku menjawab, “Tentu, Wahai Rasulullah.” Rasulullah saw bersabda, “Pokok urusan adalah Islam (masuk Islam dengan syahadat), tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kuberitahukan tentang kendali bagi semua itu?” Saya menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” maka Beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini.” Aku berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah kami akan dituntut (disiksa) karena apa yang kami ucapkan?” Beliau bersabda, “Waduh, kau ini, hai Mu’adz!. Tidaklah ada yang menjerumuskan orang di atas wajahnya (atau sabdanya, di atas batang hidungnya) ke dalam neraka, tidak lain adalah ucapan lidah mereka?”.
(HR At-Tirmidzi dan dia berkata : Hadits hasan shahih)