VOA news hari Kamis yang lalu melaporkan,
Amerika mengatakan telah memberi senjata untuk membantu pemerintah Somalia melawan berbagai militan Islamis. Departemen luar negeri Amerika hari Kamis mengkonfirmasi laporan bahwa Amerika belum lama ini mengirim persenjataan dan amunisi ke Somalia.
Jurubicara departemen luar negeri Ian Kelly mengatakan persenjataan itu dikirim secara darurat untuk menanggapi permintaan para pejabat Somalia. Amerika khawatir pemerintahan Somalia akan tumbang jika tidak dibantu.
Surat kabar The Washington Post menurunkan laporan itu hari Kamis pagi. Surat kabar itu mengutip seorang pejabat Amerika yang mengatakan sebuah keputusan diambil ” ditingkat pejabat tinggi ” untuk menjamin pemerintah Somalia tidak jatuh.
Para pejabat Somalia meminta pertolongan asing memerangi berbagai kelompok Islamis garis keras yang dipimpin milisi Al Shahab, yang menguasai sebagian besar wilayah Somalia Selatan dan sebagian ibukota Mogadishu.
Hari Sabtu, ketua parlemen Somalia meminta negara negara tetangganya untuk mengirimkan tentara. Namun Kenya dan Ethiopia mengatakan tidak akan mengirimkan pasukan mereka ke Somalia
Telah nampak ketakutan kaum kafirin menghadapi mujahidin, sehingga mereka tidak berani mengirimkan pasukan ke Somalia. Mereka hanya berani megirimkan persenjataan saja. Nah, mMenanggapi berita ini Mujahidin Somalia berkomentar…
Kami melihat ada sebuah berita baik dan saya optimis ketika kita dengar berita datangnya pasokan persenjataan dan peralatan militer terhadap pemerintah boneka. Karena itulah kami ucapkan alhamdulillah,
Sebenarnya Amerika telah mendapatkan beberapa pelajaran. Dan tindakan ini adalah bukti bahwa AS kembali menyalakan api perlawanan terhadap Mujahidin, seperti yang pernah dilakukannya di Somalia pada tahun 1992. Saat itu adalah peperangan langsung yang pertama antara umat Islam dan Amerika Serikat. Atau seperti apa yang terjadi di Irak, dimana mereka mengadapi tekanan yang kuat dari mujahidin Negara Islam Irak dan mujahidin lainnya yang ikhlas. Atau seperti yang terjadi di Afghanistan, ketika berhadapan dengan pahlawan Taliban dan shahabatnya, al-Qaeda. Atau seperti di tempat-tempat lain dimana Amerika mendapatkan pelajaran dari para pahlawan Islam.
Pasokan senjata dan amunisi Amerika setelah embargo yang sangat ketat terhadap saudara-saudara Mujahidin di Afrika, baik di darat, laut maupun udara, adalah sebuah karunia bagi Mujahidin. Maka kami ucapkan alhamdulillah.
Sebagaimana telah diketahui, bahwa milisi-milisi murtad di medan perang manapun ketika berhadapan dengan mujahidin selalu lari tunggang langgang dengan meninggalkan persenjataannya. Bahkan kadang-kadang bisa dikatakan sebagai pemberian milisi kepada mujahidin. Hal ini ketika milisi ini menghalangi kaum salibis, dan mereka mengatahui bahwa persenjataan ini akan jatuh ke tangan mujahidin. Karena itu patut ditanyakan, mengapa Amerika mengirimkan persalatan ini, sementara mereka telah mengetahui masalah ini. Barangkali, ini adalah upaya untuk menjaga harga diri dihadapan masyarakat dunia, lalu mereka kirimkan peralatan militer ini.
Karena itulah, yang secara umum saat ini dinanti, bukanlah kaum murtad memanfaatkan senjata dan amunisi untuk membela dirinya sendiri, tetapi kapankah peralatan itu akan sampai di tangan mujahidin dan akan digunakan oleh mujahidin. In sya’Allah, semuanya akan sampai di tangan mujahidin dengan mudah dan lancar.
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada Mujahidin…
Juni 29, 2009 at 10:40 am
Allahumansuril mujahidin fi kuli makaan…..
Juli 5, 2009 at 2:23 pm
JIHAD NEVER SLEEP, MUJAHID NEVER DIE!!!!
ALLAHUAKBAR, ALLAHUAKBAR, ALLAHUAKBAR!!!
Juli 20, 2009 at 12:02 am
Allohu Akbar
Januari 12, 2010 at 5:58 pm
Allahumansuril mujahidin fi kuli makaan…..
AllahuAkbar! AllahuAkbar! AllahuAkbar!