وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبيلِ اللّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاء وَلَكِن لاَّ تَشْعُرُونَ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya (al-baqarah:154)
Allah swt memberitahukan bahwa syuhada’ (orang yang gugur di medan jihad) tetap hidup dan mendapatkan rizki di alam barzakh, sebagaimana diterangkan di dalam hadis shahih riwayat Muslim
إن أرواح الشهداء في حواصل طيور خضر تسرح في الجنة حيث شاءت ثم تأوي إلى قناديل معلقة تحت العرش فاطلع عليهم ربك اطلاعة فقال ماذا تبغون؟ فقالوا يا ربنا وأي شيء نبغي وقد أعطيتنا ما لم تعط أحدا من خلقك؟ ثم عاد عليهم بمثل هذا فلما رأوا أنهم لا يتركون من أن يسألوا قالوا نريد أن تردنا إلى الدار الدنيا فنقاتل في سبيلك حتى نقتل فيك مرة أخرى – لما يرون من ثواب الشهادة – فيقول الرب جل جلاله “إنى كتبت أنهم إليها لا يرجعون”.
Sesungguhnya arwah para syuhada’ itu berada pada lumbung burung-burung yang hijau dan mereka beterbangan di dalam sorga ke mana saja mereka mau, kemudian memasuki lampu-lampu yang tergantng di bawah Arsy, lalu sesekali tuhanmu menjengukmu seraya berfirman, “Apa yang kalian cari?” Mereka menjawab, “Ya Rabb kami, apa lagi yang kami inginkan, sedangkan Engkau telah memberikan kepada kami apa yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di antara makhluk-Mu” Kemudian Allah kembali kepada mereka dan menanyakan seperti itu. Ketika mereka melihat bahwa mereka tidak ditinggalkan agar mereka bisa memohon, maka mereka pun mengatakan, “Kami ingin untuk dikembalikan ke alam dunia agar kami bisa berperang di jalan-Mu sehingga kami terbunuh karena Engkau sekali lagi –karena mereka melihat besarnya pahala mati syahid– maka Tuhan berfirman, “Aku telah menetapkan bagi mereka tidak bisa kembali ke alam dunia”
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari as-Syafi’I dari Imam Malik dari az-Zuhri dari Abdurrahman bin ka’b bin Malik dari ayahnya, berkata; Rasulullah saw bersabda
نسمة المؤمن طائر تعلق فى شجر الجنة حتى يرجعه الله إلى جسده يوم يبعثه”
Ruh orang mukmin berupa burung yang hinggap di sebuah pohon sorga sehingga Allah mengembalikan jasadnya pada hari kembangkitan (kiyamat)
Hadis tersebut menunjukkan kedudukan mulia yang diraih oleh orang yang beriman secara umum, sedangkan kedudukan para syuhada’ disebutkan secara khusus di dalam al-Qur’an, sebagai tambahan penghormatan dan pemuliaan kepada mereka