Ulama saat ini berbeda dengan ulama’ masa lalu. Kalau ulama masa lalu, menilai ulama’ yang datang ke pemerintah sebagai sebuah cacat. tetapi ulama’ sekarang, bisa hadir di kantor pejabat pemerintah sebagai sebuah anugerah. Artinya, ulama’ sekarang pun banyak yang berorientasi kepada kehidupan dunia dengan sgela gemerlapnya.
Berkaitan dengan hadirnya pilkada atau pemilihan-pemilihan lainnya, Ulama’ pun tak mau ketinggalan dalam mendukung masing-masing calon. Dan kemudian membuat fatwa, bahwa tidak memilih itu haram. Tujuannya tentu sederhana saja, agar jagonya menang, dan kalau menang dia akan mendapatkan banyak fasilitas.
Sebelum Jatim menggelar Pilkada, MUI Madura Haramkan Golput sebagaimana diberitakan oleh Tempo Interaktif (Senin, 14 Jul 2008)
“Mulai hari Senin ini (14/7) Majelis Ulama Indonesia se Madura berkampanye agar masyarakat tidak golput karena golput adalah perbuatan haram.
“Kami serukan agar warga tidak golput dan masyarakat menggunakan hak pilihnya,” kata KH Mahfudz Hadi, koordintor MUI wilayah Madura kepada TEMPO, Senin (14/7).
Keputusan bahwa golput haram, kata Mahfudz, dibahas dalam rapat koordinasi di kantor MUI Sumenep Minggu lalu. Dalam rapat ini, pengurus MUI se pulau Madura mengeluarkan fatwa bahwa golput hukumnya haram, baik dalam pemilihan gubernur, legislatif maupun pemilihan presiden. Alasannya, dalam Islam memilih pemimpin itu wajib. “Jadi kalau memilih pemimpin wajib, kalau golput (tidak memilih) hukumnya haram,” tegasnya.
Bukan hanya itu saja, taushiyah untuk tidak golput pun bertebaran di dunia maya, dan juga dunia nyata. Mari kita simak taushiyah yang mengatasnamakan ajaran Islam.
Dalam beberapa hari mendatang, tepatnya 8 Agustus 2007, akan diselenggarakan perhelatan akbar, yakni pemilihan kepala daerah (Gubernur) DKI Jakarta, untuk periode 2007-2012.
Bagi saudara2ku yg mempunyai hak pilih, GUNAKANLAH HAK PILIH ANDA..!! Janganlah menjadi golput. Karena sesungguhnya kelak, di hari akhirat, anda akan ditanyai mengenai hak yg anda miliki, apakah digunakan untuk memilih pemimpin ataukah malah menyia-nyiakannya?
Agaknya memang umat Islam kali ini sudah lupa dengan ajarannya. Lalu menghukuni sesuatu sembarangan. Pengangkatan pimpinan wajib, itu ok. Tetapi caranya seperti apa dan untuk apa itu juga harus diperhatikan. Kalau pengangkatan pimpinan untuk melindas islam, kira-kira apakah wajib juga. Kenyataannya, para pimpinan sekarang itu menganggap Allah bodoh, sedang mereka lebih pintar. Buktinya mereka menolak syari’at Allah karena dinilai tidak cocok dengan masyarakat Indonesia, sedang mereka merasa bisa membuat aturan yang cocok dengan karakter bangsa Indonesia. Ini artinya, mereka merasa lebih bisa membawa Indonesia menjadi negara yang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” dari pada Allah.
Selain dari itu, persoalan pengangkatan pimpinan yang mengikut kepada ajaran demokjrasi tidak dinilai apa-apa. Sehingga ketika ada orang yang tidak ikut memilih dikatakan, “Bagaimana nanti mempertanggung jawabkan di hadapan Allah”. Justru seharusnya yang ikut memilih itu berpikir, “Bagaimana nanti mempertanggung jawabkan persetujuannya dengan sistem demokrasi di hadapan Allah”
Sedikit lebih baik, penilaian ini telah diberikan oleh Cholil NAfis, angghota MUI Jakarta;
Namun demikian, Cholil juga menegaskan Islam tidak melarang sikap umatnya yang tidak menggunakan hak pilih alias golput. Bahkan hukum golput dalam Islam pun, menurut dia, adalah mubah atau diperbolehkan. “Hal ini merunut kepada hukum aslinya, yakni memilih atau tidak dalam syiasyah (politik) Islam diperbolehkan,” ujarnya.
http://www.pk-sejahtera.us/index.php?option=com_content&view=article&catid=1%3Alatest&id=120%3Amui-golput-hukumnya-boleh&Itemid=56
Pandangan senada juga dikemukakan oleh seorang ulama’ asal Jawa Timur
KH Ghozali Said, pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa An Nur Surabaya, menyatakan, bahwa golput dalam pemilihan kepala daerah tidak melanggar hukum agama Islam.
“Bahkan golput dianjurkan jika dilakukan dengan tujuan untuk memprotes sitem politik yang korup,” kata Ghozali Said kepada Tempo (Senin 14/7).
Meskipun sebenarnya masih kurang tegas, Ulama’ seperti Kyai Ghozali inilah yang masih layak dijadikan panuitan ummat. Sayangnya cuman ada sedikit, sebab yang lainnnya sudah terjebak ke dalam cara hidup politik kotor, politik demokrasi. Setiap orang yang telah terjerumus ke dalam kubangan lumpur politik tidak akan bisa berfatwa dengan jernih. Allahu a’lam
Juli 24, 2008 at 1:13 pm
artikel anda :
http://politik.infogue.com/
http://politik.infogue.com/golput_haram_
promosikan artikel anda di http://www.infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler menurut pembaca.salam blogger!!!
Juli 25, 2008 at 8:20 am
Assalamualaikum,,
semoga semakin banyak ulama yang bisa di jadikan panutan ummat, bukan ulama yang haus akan kekuasaan dan duniawi semata, tetapi ulama yang mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik tanpa melanggar syariat2 yang telah di tentukan ALlah..
_Insya Allah_
Juli 28, 2008 at 9:52 am
Sepakat dengan opini abah zacky… sudah saatnya kita menyerukan GolSyar (Golongan Syariah), yakni orang-orang yang mendakwahkan Islam dan menyerukan penerapan syariah Islam secara total di tengah masyarakat… Pemilu dalam demokrasi lagi2 hanya dijadikan alat oleh orang2 pragmatis dan oportunis untuk mengejar kekuasaan dengan mengabaikan Islam sebagai ideologi dan sistem hidup…
Agustus 11, 2008 at 5:19 pm
yah begitulah kalau antek2 thaghut omongan
Agustus 16, 2008 at 6:58 pm
yang jelas apapun yang kita lakukan akan ada pertggjwbannya di hadapan Allah Ta`ala kelak. Baik yang nyoblos ataupun yang ga nyoblos. Wallahu a`lam
Agustus 18, 2008 at 7:54 pm
Bisa-bisanya bilang Golput haram
Desember 1, 2008 at 4:29 pm
Mohon kalo bisa jangan agama dibawa-bawa ke ranah politik. bisa bisa kacau…karena kebanyakan di-politi-sasi.
Mememilih dan tidak memilih adalah sama-sama hak, so it’s OK OK aja kalo mau digunakan atau tidak…asal bisa mempertanggungjabakannya pada diri sendiri dan Tuhan .
Desember 14, 2008 at 7:09 am
Mau tahu golput haram? coba baca di:http://muhammadzulifan.multiply.com/journal/item/43
semoga bermanfaat,
piss ahh…
Desember 14, 2008 at 1:22 pm
Golput Haram? Kapan Tuhan turunkan ayat perintahkan itu? Dari nabi palsu tuh. Ulama yang buat fatwa golput haram, itu caleg atau pendukung partai? Wahh,Haram itu untuk dipilih.Ha.Haa kok jadi ikutan main haram.haram.
Desember 19, 2008 at 2:27 pm
Mas-mas, mbak-mbak, kalo kelebihan harta Mohon bantuan pakaian pantas pakai, makanan, atau buku pendidikan.
Desember 19, 2008 at 11:52 pm
bagiku gampang saja. kalau ndak menentukan pilihan ibarat dipukul pipi kanan diserahkan pula pipi kiri.
ibarat menyerahkan leher agar disembelih.
aku tak akan menyerahkan hidup yg tlah dikaruniakan Alloh kepadaku, kepada org lain.
Hidup bagiku adalah pilihan dan aku telah memilih islam sebagai jalan. partai adl sebuah pilihan dan aku pilih partai yg plg sedikit kerugiannya bagi islam dan yg paling besar manfaatnya bagi islam.
Bagiku membiarkan orang lain menentukan pilihan hidupku adl sebuah kebodohan. aku bisa membaca dan menulis. aku akan menetukan pilihan.
Desember 21, 2008 at 11:38 am
jangan campuri agama dengan hukum tuhan. jangan jual ayat-ayat suci dengan kotornya politik
Januari 7, 2009 at 3:57 pm
PESAN DARI SURGA BUAT PARA KORUPTOR
Engkau menuliskan senandung nyanyianmu di atas wajah suci kaummu; lalu engkau membiusku dan perlahan-lahan merampas hartaku… seperti itulah yang dilakukan para koruptor…
Demikianlah, negara ku kini menduduki peringakat 3 negara terkorup se-Asia Tenggara, dan aku lemas, lunglai tak berdaya di tengah melimpahnya kekayaan kita. Kalbuku mengerang kesakitan, ku meraung kepedihan menahan luka gores sayatan yang menggores batin ini oleh perselingkuhan orang kepercayaan.
Dulu dalam fahamku, kau ku pilih karena kau orang yang tepat di posisimu, kau pengelola managemen dasyat dari segala kehebatan negeriku. Maka itu ku serahkan tanpa syarat semua kepadamu. Dengan maksud kita bersama-sama menyeberangi tepian bahagia menjadi bangsa bermartabat.
Tapi kini, rencana janjimu adalah angin lalu, semua ucapan manis mu kau buang di ngarai hampa. Ketahuilah semua kepalsuan yang kau ucapkan, aku tak percaya lagi!! Aku tidak ingin bersama mu di pemilu 2009 mendatang.
Semalam dua sebelum anggota KPK datang menjemput, aku mempersiapkan sepatah dua patah untuk kusampaikan kepadamu, namun engakau persiapan hanyalah persiapan, aku tak bisa melepas siratan hati karena penjagaan ketat garda polisi.
Sekarang di antara persidangan hati sekalian, aku katakan kepadamu ” aku akan boikot pemilu tgl 5 april 2009, kami akan golput!!!” agar kau merasakan seperti apa luka yang kau berikan.
sumber : http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com
Januari 8, 2009 at 10:04 pm
golput haram?…inilah hal yang teraneh yang di sampaikan PKS melalui Hidayat Nur Wahid dan PPP dengan “mengompori MUI untuk mengeluarkan fatwa”. Padahal mereka sendiri yang mengatakan “partai adalah dinamika dari demokrasi”. Seharusnya mereka juga legowo bahwa Golput adalah bagian dari dinamika demokrasi
ya akhol Hizby (partai) takutlah kamu sekalian kepada Alloh. Jangan kau permainkan hukum Alloh dan menyembah hukum Thogut
Januari 11, 2009 at 9:51 am
AKang2,etehna ibu sinareng pun bapa kesemptan hnya dtng 1 kpn lg kita milih NKRI ni bth pmmpin nyax bersih u merubah rkyat’y. Pagimana bs mw tegak syariat,pimpinan’y msh sekuler alias g pro islam ibarat orng yg skt krs g mngkn mesti di amputasi, slama ia mw hdp n tnp cct mk ia di beri obt biar smbuh dan itu bth wkt pnjng g mngkn instan coy. WaAllahu a’lam
Januari 14, 2009 at 4:23 am
Fatwa Politik :
1. Banyak partai beranggotakan politisi busuk. Semakin busuk jadinya bila mereka berkuasa. Bila anda percaya hal ini, HARAM hukumnya memilih/mencoblos.
2. Banyak politisi mengumbar ayat suci saat kampanye padahal setelah berkuasa sama busuknya dengan politisi pertama. Jika anda percaya maka HARAM hukumnya memilih/mencoblos.
3. Diantara para politisi ada juga yang masih memiliki idealisme tapi dikhawatirkan akan mengalami pembusukan pula saat berkuasa. Bila anda percaya, MAKRUH hukumnya memilih.
4. Ada segelintir politisi yang betul-betul ikhlas, integritasnya tidak diragukan. Saat berkuasa tidak silau dengan gemerlapnya harta dan jabatan. Kalau memang ada dan anda percaya SUNAH hukumnya memilih.
Diantara pilihan diatas, dimana posisi anda? Simpel bukan? Dan bandingkan fatwa MUI. yang justru menghukum wajib untuk memilih/mencoblos.
Januari 23, 2009 at 12:37 am
sederhana saja ..menurut saya justru “berpolitiklah” itu sebenarnya yg haram dan sebaliknya org yg tdk berpolitik(=GOLPUT )merupakan pilihan yg tepat !!!
Karena politik merupakan sarana bagi mereka yg haus hal2x duniawi penuh dgn omong kosong ,kepalsuan bahkan megorbankan agama itu sendiri demi politik !!
Januari 25, 2009 at 12:10 pm
mereka itu Tuhankah atau firaun ?
hanya Tuhan yang bisa merubah yang halal menjadi halal. bisa juga mereka adalah firaun yang sombong yang merasa boleh merubah yang halal menjadi haram
Januari 25, 2009 at 12:14 pm
yang haram itu adalh memilih pemimpin yg tidak kompeten,
suka ingkar janji, suka korupsi, dan gak punya perasaan terhadap rakyat
Januari 26, 2009 at 6:30 pm
memilih dan tidak memilih adalah urusan pribadi masing2,tetapi setau aku dalam ajaran islam,rasul mengatakan “pilihlah jika itu bermanfaat,jangan dipilih kalau merugikan atau membawa bencana,diamlah(golput) jika kamu tidak tahu manfaat dan mudhorotnya”,jelaskan,kok MUI mengeluarkan fatwa nggak jelas (konyol,geli),hidup GOLPUT..!!!!!!!
Januari 26, 2009 at 6:33 pm
memilih dan tidak memilih adalah urusan pribadi masing2,tetapi setau aku dalam ajaran islam,rasul mengatakan “pilihlah jika itu bermanfaat,jangan dipilih kalau merugikan atau membawa bencana,diamlah(golput) jika kamu tidak tahu manfaat dan mudhorotnya”,jelaskan,kita memilih atau tidak,nggak ada pengaruhnya,dan yang bisa menghukum pemain politik adalah GOLPUT,kok MUI mengeluarkan fatwa nggak jelas (konyol,geli),hidup GOLPUT..!!!!!!!
Januari 27, 2009 at 1:00 pm
Partai-partai mau jualan janji untuk 2009-2014. Tapi yang dijual ya “janji kosong”, maka rakyat pun wajar kalau tidak ada yang mau beli.
Lha sekarang kok rakyat dipaksa beli..
Seperti waktu kita dipaksa beli BBM yang muahal itu..
Nah sekarang saking maksanya, sampai-sampai MUI dipaksa juga agar orang-orang yang tidak mau beli tadi difatwa HARAM alias DOSA alias masuk NERAKA. Naudzu billah
Ya kalau memang barang yang dijual partai tidak ada yang bermutu, akui saja. Tapi jangan rakyat yang sudah susah tetap dipaksa untuk beli.
Soal golput atau tidak itu adalah pilihan.
Kalau ada yang menganggap bahwa golput sama dengan tidak bertanggungjawab…Bertanggungjawab kepada siapa? Kepada bangsa n negara?
Bukankah yang akan memintai pertanggungjawaban atas semua makhluk hanyalah ALLAH SWT?
Apalagi bicara halal-haram.
Yang memiliki surga dan neraka hanyalah Allah SWT.
Jadi yang punya hak memberikan status halal-haram hanya Allah SWT.
Manusia hanya sebatas mempelajari sumber hukumnya (al-Qur an, hadits, ijma’ sahabat, dan qiyas) hingga diperoleh pengetahuan bahwa ini dihalalkan atau diharamkan Allah SWT, kemudian diamalkan.
Nah, kalau manusia menghalalkan apa yang diharamkan Allah, mengharamkan apa-apa yang dihalalkan Allah, apakah mau menyamai Allah SWT ? alias jadi thoghut?
Mari saudaraku, cerdaskan umat dengan Islam!
Jelaskan fakta PEMILU dan bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapinya.
Jangan biarkan kita dan saudara-saudara kita berkutat dan berputar-putar dalam sistem jahiliyah ini.
Bebaskan umat dari “penjara” sistem jahiliyah
Untuk hijrah ke sistem Islam
Januari 27, 2009 at 2:03 pm
Rosulullah Muhammad SAW adalah Teladan Kita, Apakah Beliau Pernah Ikut Pemilu ?
http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/2777/rosulullah-muhammad-saw-adalah-teladan-kita-apakah-beliau-pernah-ikut-pemil
Januari 27, 2009 at 2:47 pm
jangan sampai nurani umat tergadaikan karena fatwa tersebut…
hizbiyah tidak akan menyelesaikan permasalahan
perbaikan diri sendiri untuk islam, bukan kelompok yang memasuki hal yang tidak ada dalam islam…
politik sarat akan suara terbanyak, ingat suara rakyat suara TUHAN…so, apakah sepakat bahwa rakyat walaupun islam ada di tanah kafir sekalipun akan menang dengan hizbiyah, …
think…that
Januari 27, 2009 at 2:49 pm
sunami = aa gim = fatwa mui = bencana nasional
baca: aanpiyut.wordpress.com
Januari 28, 2009 at 11:36 am
yang paling berhak menentukan halal-haram, baik buruk hanya satu. Alloh SWT. kalau memfatwai haram atas dasar apa?
Januari 28, 2009 at 11:53 am
.kalau gak cocok ya gak usah milih.gitu kok repot.
Januari 28, 2009 at 10:30 pm
kenapa golput??
karena rakyat sudan bosan dengan pembodohan.
sby dan jk yang memenangkan pemilu 2004-2009 yang menjanjikan kesejahteraan rakyat ternyata bohong.
sekarang apakah rakyat percaya dengan pemilu yang melahirkan pemimpin2 yang korup???
Januari 29, 2009 at 7:39 am
camkan baik-baik firman Allah dalam QS.9:31, artinya: “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah (dalam pengharaman dan penghalalan) dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
juga firman Allah dalam QS. 42, artinya: “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.”
Tidakkah mereka takut dianggap sebagai berhala tandingan bagi Allah dalam mensyariatkan sesuatu, haram atau tidak???
Januari 29, 2009 at 11:06 am
Kalau Politik dan Agama dicampuradukkan ya gak sejalan bapak2 yang terhormat, Agama butuh kejujuran sedangkan Politik butuh kecurangan2 kalau mau sukses, bertolak belakang kan?.
Januari 30, 2009 at 8:45 am
Fatwa MUI golput haram, kalau saya amati hasil dari blunder yang dilakukan Hidayat Nur wahid…Dalam aturan demokrasi golput adalah sah apabila dilandasi alasan yg benar…jika ingin berjuang lewat demokrasi jangan bawa2 agama , agama kalian adalah demokrasi..maka hiduplah dengan aturan agama demokrasi…agama saya adalah islam maka saya akan hidup dg aturan islam, dan akan berjuang dengan cara cara islami..bukan lewat demokrasi…., amerika mendukung fatwa haram untuk golput karena demokrasi adalah yg diperjuangkan negara adidaya tersebut…agar seluruh negara di dunia menjadi negara demokrasi…dan ummat islam banyak terjebak termasuk PKS, berjuang melalui produk kafir demokrasi…demi ALLOH dan Rosululloh Islam takkan jaya memlalui demokrasi…tapi akan jaya dengan islam itu sendiri…Silaka kalian bersusah payah….tapi takkan sampai tujaun kemuliaan islam…demokrasi adalah sampah..bila dibandingkan dengan kemuliaan islam…
Februari 1, 2009 at 2:59 am
Sekarang MUI mulai masuk juga ke politik ya..
Kenapa yang di masalahkan rakyat yang tidak memilih (Golput) ?
Kenapa bukan sistem demokrasi yang sudah jelas jelasan banyak mudharatnya sehingga perilaku para caleg dan partainya tergiring ke arah perbuatan yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan pribadi dan partai tidak di masalahkan ?, siapakah yang haram ?
Aturan main pemilihan caleg yang akan datang ini bagi saya di lakukan dengan jalan yang salah dan aturan yang salah,
Kalau sudah tahu jalannya salah dan saya jalan terus, apakah tidak menjadi orang yg tolol ?
keledai pun tidak mengulangi jalan yang salah…
Februari 1, 2009 at 9:51 pm
mestinya ulama memfatwakan ‘Haram menerapkan sistem sekuler’. Untuk no. 11, tidak memilih itu pilihan lho. Semuanya ada pertanggungjwabannya; yang milih dan tdk milih akan ditanya; kennnnapa?
Februari 3, 2009 at 12:18 am
kenapa HARAM nya baru sekarang ???
knp g jaman gusdur dulu golput haram ??
berarti pemerintah, dan lw semua, blm bisa tegas dlm mengambil keputusan.
hak manusia apa aja, klo pemimpin bangsa.
masih linglung, dan kita masih hidup di zaman KAPITALIS, kpn kita bisa maju ???
saat nya SYARIAT ISLAM kita tegakan, untuk memimpin bangsa ini.
sugarasky
Februari 5, 2009 at 8:50 pm
ehh… MUI iseng bgt sih… emg nanti di akhirat malaikat nanya klo kita milih siapa cth’a :
malaikat : kamu selama di dunia milih apa ? demokrat, PDI, PKS, ato apa ??
org golput : saya golput… hehe.. abis’a saya tidak mau pusing milih partai..
malaikat : knapa kamu golput ?? pilihlah PDI ato Demokrat… kan tinggal coblos aja..
gila apa… kan gk mungkin ditanya kaya gtu.. lagian politik skarang udh rusak bgt… jdi wajar klo bnyk yg golput…
Februari 8, 2009 at 7:20 pm
negeri ini butuh perubahan,bagaimana bisa berubah kalau tidak mau merubah? bagaimana politik mau bersih dan jujur kalo orang2 bersih dan jujur tidak mau merubahnya…
jika mau merubah dunia rubahlah mulai dirimu sendiri.yaitu dengan cara memilih… mungkin memang tidak ada partai yang sempurna karena partai adalah jama’ah manusia bukan malaikat wajar jika sebuah partai pernah melakukan khilaf tapi kita selalu bisa menilai mana yang lebih banyak mudharat dan mana yang lebih banyak manfaatnya… Tidak memilih berarti tidak mau merubah negri sama dengan membiarkan saja kedholiman terjadi di negeri ini dan tidak mau berusaha untuk merubahnya… semangat untuk orang yang memiliki pilihan… sudah saatnya politik dinegeri ini diisi oleh orang2bersih… allahuakbar
———
Abah:
Mengubah tidak mesyi ikut belepotan najisnya demokrasi kan?
Februari 9, 2009 at 12:39 am
berhati-hatilah dengan pengharaman apapun, termasuk terhadap GOLPUT. Ini menyangkut pertanggung jawaban terhadap Ummat di hadapan Ilahi. ada baiknya kita simak beberapa pendapat di http://www.singosaro.co.cc
Februari 9, 2009 at 3:15 pm
golput haram? darimana tuh dalilnya? yang aku tau memilih penguasa yang tidak mengusung Islam adalah haram. Jangan mengharamkan segala cara tuh, kalo tidak mau diazdab di yaumil akhir. Belajar Islam lagi dech…………!
Februari 12, 2009 at 11:07 am
GOLPUT HARAM?????
DARI SEGIPANDANGAN APA DAN MANA????
KALAU GOLPUT BENAR2 HARAM BISA AJA ADA PIHAK2 TERTENTU UNTUK MEMANFAATKANNYA
MENURUT HASIL DISKUSI DI KELAS GOLPUT ITU RELATIF, TERGANTUNG APA PERMASALAHANNYA KENAPA ORANG ITU GOLPUT???
JADI JANGAN DISALAHGUNAKAN HUKUM GOLPUT HARAM
Februari 14, 2009 at 10:32 pm
MUI adl lembaga yg menaungi umat islam indonesia yg seharusnya dihargai dan dihormati, tantangan umat islam yg sbnarnya bukanlah menghadapi sesuatu baik dg yg buruk kemudian memilih yg baik, akan tetapi sering dihadapkan pd hal yg kedua2nya buruk kemudian dituntut memilih yg paling sedikit mudharatnya. inilah tugas MUI dan alim ulama untuk senantiasa membimbing dan memberikan penjelasan kpd umat agar tidak mudah tergelincir pada arus kebodohan. Mengenai demokrasi sekalipun tdk sesuai syari’at perlu di cermati bahwa indonesia bukan negara agama tetapi menganut konsep negara beragama yg memungkinkan (dlm hal ini) umat islam untuk menjalankan hukum syari’atnya sekalipun belum keseluruhan terutama maslh jinayat. Tidak mudah melakukan perubahan thd sistem yg sudah dianggaap mapan, perlu adanya usaha & kerja keras yg dimungkinkan dg cara memasukkan nilai-nilai islam scr tdk lgsng di segala aspek kehidupan. metode inilah yg mungkin di tempuh oleh MUI dg harapan terbangunnya kesadaran umat dg sendirinya sehingga sistem yg sudah kompak mjd renggang yg kemudian kita ubah semudah membalikkan telapak tangan.
Februari 16, 2009 at 12:19 pm
negara kita bukan negara agama…negara kita adalah negara demokrasi
dan saya rasa MUI adalah “haram” karena telah memberikan kontrofersi di masyarakat
uu yang mengatur golput sudah ada, tapi mengapa MUI memberikan tambahan???
saya rasa MUI telah slah dalam penafsiran ini…dan statement tersebut perlu ditambahi..menjadi
“GOLPUT HARAM BAGI UMAT ISLAM”
Februari 20, 2009 at 3:01 pm
Andaikan sebagian rakyat indonesia tidak memilih alias golput, pemilu akan tetap jalan. Berarti cuma ada separuh rakyat indonesia yang memilih. Lha klo separuh pemilih itu adalah golongan pemilih yg buruk atau memilih krn dibayar calegnya atau alasan buruk lainnya..berarti kelak PEMIMPIN yang terpilih di indonesia adalah pemimpin buruk rupa.
Sodara2 kita dari salafi, hizbutahrir dan tak ketinggalan gusdur jauh2 hari menyatakan golput.Bagaimana umat islam mendapat pemimpin yg dpt memperjuangkan nasib umatnya bila umat islam sendiri golput dan malah saling cakar2an dan adu dalil antar sesama umatnya.
Keresahan ini ditangkap MUI sebagai wadah para ulama.Para ulama lebih berfikir rasional global dan tidak berfikir parsial/ memikirkan diri sendiri. Namun masih banyak teman2 kita masih sering menertawakan/menghujat ulamanya sendiri.
Saya bukan caleg atau sodara saya caleg, tapi mari kita berpikir kedepan. coba teliti lagi dari 11.800 caleg, tidak adakah yang baik atau minimal keburukannya sedikit ketimbang kebaikannya. Pilihlah yang amanah, jujur,aktif aspiratif dll.
trimakasih, baca ulasan saya di di blog saya
Februari 23, 2009 at 8:27 am
Assalaamu’alaikum….
Didunia ini gak ada satupun penyakit yang gak ada obat, bahkan ada kanan pasti ada kiri, ada permasalahan pasti ada solusi.
Yang jelas indonesia pasti ada solusinya.
cuman solusi itu apa? lha kalau selalu dikaitkan dengan pemimpinya yang gonta-ganti terus, seharusnya manusia yang harus berubah paradigmanya.
kita sudah berapa kali memilih pemimpin yang setiap pemilu selalu mengatakan, pemilu kali ini lain daripada yang lain, dan teruuuuus seperti itu.
Lihat Al-maidah ayat 50:
“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?”
Jadi ayolah kita semua memilih untuk memakai hukum Alloh dulu, bukan bingung mikirin Pemimpin dan pemimpin tersebut memakai kendaraan hukum Thogut demokrasi.
Al-qur’an pun bersumpah selama tidak memakai hukum Alloh pasti kehancuran, walaupun pemimpinnya baik sekalipun. karena kenapa, karena pemimpin yang baik tersebut memakai hukum orang kafir (demokrasi).
Ini semua hanya untuk orang2 yang yakin saja lho…
jadi kembalilah dulu hukum
SYARI’AT ISLAM, BARU KEMUDIAN PEMIMPIN YANG AMANAH.
Februari 23, 2009 at 12:58 pm
yang jelas haram adalah Ide Sipilis (sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme)yg fatwa terhadap ini telah dikeluarkan pada 2005 yg lalu, dan terbukti penerapan ide Sipilis ini menjadikan Indonesia semakin terpuruk akibat jajahan para negara kapitalis. Sekarang APBN hanya mengandalkan pajak yg selalu ditingkatkan. Sementara kekayaan alam milik rakyat dijual keluar negeri oleh oknum yg “main mata” dgn pejabat dan apat.
Februari 24, 2009 at 10:21 pm
agama jangan dipolitisasi donk
please dehhhh
————–
yang betul politik diagamisasi…, ok?
Februari 26, 2009 at 4:49 pm
hidup golsyar…..
amin!
Februari 26, 2009 at 9:11 pm
yang harusnya dilakukan partai adalah intropeksi diri, mengapa rakyat banyak yang memilih golput…???apakah partai sendiri sudah melaksanakan semua fungsinya, yang saya tau selama ini tidak berjalan semua….????
selain itu, negara kita ini tidak memeluk agama negara, tetapi negara yang beragama, dan tidak hanya ada 1 agama melainkan banyak…selain itu, kita punya hukum yang sah….pilhan seseorang golput atau tidak, adalah hak azasi manusia….
Maret 1, 2009 at 7:27 pm
udahlah intinya kita boikot pemilu 2009 saja, udah tidak level demokrasi diterapkan dimanapun!! liahatlah negara yang menjunjung demokrasi AS yg telah menjajah nagra2 muslim, pantaskah demokrasi kita sanjung2. silakan pahami anda berislam meniru sunnah rosul ato sunah yahudi?
jika anda meniru sunnah yahudi ya ikutlah demokrasi, tp ingat kami selaku pengikut sunnah rosul tidak akan membiarkan kalian untuk memegang kekuasaan di negri kami.
darah dan jiwa kami akan selalu siap dikobarkan demi agama ini untuk menempuh tegakny dinulloh. bukan hanya mencontreng dg bolpen dan tinta… enak amat!!
Maret 12, 2009 at 10:37 pm
Bukankah Islam diturunkan untuk membawa kita dari kegelapan menuju cahaya?
“…IA membawa mereka dari kegelapan menuju cahaya..” (Q.S. 2:257)
“Gelap & Cahaya”, bukankah itu dua hal yang kontraproduktif?
Ya,..begitulah aturan allah,..membawa sesuatu menjadi kebaikan…
Pun halnya dengan politik. ketika politik ini dinilai kotor,..justru aturan Allah hadir untuk membuatnya bersih.
Dan, ketika kita akan membersihkan sesuatu yang kotor,..apakah hanya cukup dengan berharap dan membayangkannya menjadi bersih? cukup hanya dengan berdiam diri, menonton atau berkomentar? Tanpa memegang baju kotornya? memegang sikat dan sabunnya? mengalirkannya air dan membilasnya?
Just think: Apakah perubahan itu akan terjadi begitu saja?
Wallahu’alam…
Maret 17, 2009 at 3:29 pm
Untung si Abang mengakhiri tulisannya dengan Allahu a’lam, karena emang hanya Allah lah yang tahu, yang lagi stress pengen golput monggo, yang berpendapat Golput=Golongan Putus Asa dan Mubaziran, sah-sah saja. Yang ndak boleh tuh ngomong modal emosi dan nalarnya mati, toh setiap argumen ada dalilnya, Pemilu Santai ajaaa
Maret 17, 2009 at 3:41 pm
Gue pikir mayoritas golput terlalu dibesar-besarkan, biasanya oleh mereka yang nggak sanggup bikin partai, diriin partai tapi ndak lolos verifikasi mlulu (kurang pengikut), atau mereka yang hidupnya emang nggak bisa berpartai (bermasyarakat, berjamaah). Mirip-mirip Capres yang maksa dari Independen, Kalo mau jujur ya lebih Gentle bikin partai trus besarin tuh partai banyak yang ngikut fairkan. Persis kaya kita yang koar-koar pengen syariah tapi nggak sanggup memperjuangkannya sampai tegak di Indonesia, jadinya ya cuma murang-maring kesana-sini, menumpahkan ketidakmampuannya. Dimana syariah mau didirikan terserah kita, toh secara individu di Indonesia kita dah bebas melaksanakan syariah cuman pas mau ditegakkan di negara berarti kita mesti mampu ngalahin Golkar, PDIP dan menunudukan hati mayoritas rakyat yang milih mereka dan pada kondisi seperti itulah banyak pejuang islam yang jadi PENGECUT!
Maret 17, 2009 at 3:47 pm
Gimana mo jadi perindu kematian syahid, kalo kita cuma mampu berjihad Omdo, Toh gue yakin yang ditakuti yahudi dan Amerika bukan mereka yang bisa cuman teriak-teriak, tapi mujahid yang pelan tapi pasti merebut kekuasaan dari tangan yang selama ini berkuasa di Indonesia. Kalo kita bukan golongan yang ditakuti (musuhi) Yahudi, jadinya golongan apa dong kita. Serakan rakyat Indonesia yang tak berdaya dan hanya berteriak dalam kerangkeng ketidak berdayaan. Komentarku jadi takut dihapus Neh.. Hehehehehehehehehehehe
Maret 25, 2009 at 8:27 pm
Rasulullah ny0ntohin kepemimpinan m0del dem0krasi kaya di Ind0nesia ini ga se……..? Klo dic0ntohi, ya ny0ntrenglah engkau. Dem0krasi pr0duknya orang mana se..? Prasaan generasi sebelum kita ga gene dah. Produk org barat tu demokratos..
Maret 27, 2009 at 4:30 pm
untuk someone:Kita semua pasti tau bagamana untuk menjadi” pahlawan penyelamat bangsa” (baca caleg) membutuhkan dana yang tidak sedikit ,bahkan ada calon pahlawan itu rela menjual apa yg ia miliki .Dan bisa dipastikan jika terpilih tentu saja” berusaha” agar dana yg telah dikeluarkan bisa kembali.Dengan cara apa….?
Semua calon pahlawan tersebut selalu membuat janji –janji yg diluar harkat kemanusianya seperti : Membasmi korupsi mengentaskan kemiskinan membela wong cilik dll……… dari sejarah peradapan manusia hal tsb diatas belum penah hilang .Mengapa….? KARENA SEMUA ITU CIRI MANUSIA AKHIR ZAMAN DAN BUKTI KEAKURATAN ALKITAP DAN ALQURAN .HANYA DIALAH YG MAMPU MEMBASMI KORUPSI KEMISKINAN bukan caleg.Maukah anda memilih PEMBOHONG YANG SUKA OMONG KOSONG .???!!!!
April 1, 2009 at 8:55 am
Golput HARAM?…Aneh ye…GOLPUT Pilihan…wah kage tau demokrasi ka apa tuh ye
April 7, 2009 at 4:58 am
Orang-orang udah pada pinter semua nih !!!
banyak comment yang hebat2
April 7, 2009 at 8:16 am
memilih itu hak bukan kewajiban, jadi menurut aink memilih atau tidak itu urusan pribadi.
April 8, 2009 at 10:54 am
saya memilih untuk golput karena:
1. aku gag bisa pulang ke daerah asal karna gak ada biaya, jadi aku tetap tinggal di kota kampusku karena aku tahu keadaan ortuku yang tidak memungkinkan aku untuk pulang. Haramkah yang demikian??
2. aku tidak mengenal caleg2 di daerahku, aku takut salah pilih…
Ya Allah, jika aku salah maka ampunilah aku ya Allah…
———–
Sayang, kenapa tidak ikut memillh karena kesadaran bahwa demokrasi itu adalah sistem thaghut yang kufur?
April 9, 2009 at 9:19 pm
apa yang sebenarnya terjadi dalam politik indonesia bahkan diseluruh dunia, menjadikan segala macam cara agar berjalan mulus tanpa memandang agama dan adat, hingga akhirnya tidak ada perbaikan yang terjadi, malah kerusakan yang makin merajalela…apakah hal seperti ini yang harus didukung?
Mei 14, 2009 at 9:17 am
Nah sekarang kalau banyak banyak orang gagal mendapat hak pilih akibat kelalaian KPU, hal ini berarti KPU telah MENDORONG MELAKUKAN PERBUATAN HARAM karena telah berbuat kesalahan yang menyebabkan seseorang telah melakukan perbuatan haram yaitu gagal mendapatkan hak pilih. Tuh kalau jelas jelas berbuat haram apa tuh yang bisa dilakuka MUI. Membubarkan KPU? membuat fatwa haram jadi anggota legislatif?karena prosesnya haram?
Mei 31, 2009 at 6:46 pm
Golput haram? No way,yg haram adalah manusia yg membuat fatwanya,fatwa jangan dibawa2 ke dunia politik,MUI sekarang dengan fatwanya pingin ngetes pengaruhnya dimasyarakat..MUI tuh bukan apa2,MUI isinya cuman org2 kurang kerjaan,haus pengaruh,dan bergigi tongos