Berikut saya berusaha menerjemahkan kitab yang berjudul al-mabadi’ul mufidah
fi at-tauhid, wal fiqh, wal Aqidah
Karya Yahya bin Ali al-Hajuri
kali ini saya postingkan 5 point, Insya Allah akan dilanjutkan
1. Jika kau ditanya, “Siapakah yang menciptakanmu?” maka jawablah, Allah yang menciptakanku, dan Dia menciptakan semua makhluk. Dalilnya adalah firman Allah
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ [الزمر: 62].
Allah menciptakan segala sesuatu
2. jika kau ditanya, “siapakah Tuhan (Rabb)mu?” Maka jawablah, Tuhan (Rabb)ku adalah Allah, dan Dia adalah Rabb segala sesuatu. Dalilnya adalah firman Allah
قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبّاً وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ [الفاتحة: 2].
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3. Jika kau ditanya, “Untuk apakah Allah menciptakanmu?” maka jawablah, “Dia menciptakan kita untuk beribadah” Dalilnya adalah firman Allah,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ [الذاريات: 56].
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
4. Apabila kau ditanya, “Apakah agamamu?”, maka jawablah, Agamaku adalah Islam yang haq. Dalilnya adalah firman Allah,
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْأِسْلامُ [آل عمران: 19]
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ [التوبة: 33]
Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْأِسْلامِ دِيناً فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ [آل عمران: 85].
Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
5. Jika kau ditanya, “Siapakah nabimu?” maka jawablah, “Nabiku dan nabi seluruh ummat ini adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalilnya adalah firman Allah
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ [الأحزاب: 40]
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ [الجمعة:2]
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ [الأعراف:185]
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan Telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?
Kemudian lihat juga point nomor 8
Juni 30, 2008 at 11:20 am
Assalamu’alaikum wr wb
Terjemahannya sangat bermanfaat. O ya, boleh tanya: Orang PKS (Partai Keadilan Sejahtera) memakai dalil dalam Surat An Nahl (16):125 sebagai dalil untuk menjadikan landasan strategi menegakan syariat Allah dgn cara dakwah bil hikmah, bukan jihad seperti yg dipilih mujahidin. Dalil itu juga yang oleh mereka dijadikan alasan memilih jalan pemilu & parlemen. Mohon penjelasan Ustadz?
————-
abah:
Setahu saya, hikmah bukan berarti tanpa jihad. Kalau hikmah tanpa jihad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wsallam adalah rasul yangtidak taat kepada Allah. Sebab beliau yang diperintah untuk dakwah dengan hikmah, eh kok malah jihad.
Ada masanya berda’wah dengan hikmah, dan ada masanya berjihad fi sabilillah
Juli 16, 2008 at 10:05 am
SEO