Soal:
Assalamu’alaikum.
Shalat sunnah taubat itu ada apa tidak?
Jawab
Wa’alaikum salam
Ada atau tidaknya shalat taubat itu diperselisihkan oleh para ulama’. Meskipun demikian di dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah disebutkan bahwa ulama’ ahli fiqih yang empat sepakat adanya shalat taubat. Dasarnya adalah hadis dari Abu Bakar ra, dari Rasulullah saw;
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ، ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إلَّا غُفِرَ لَهُ ، ثُمَّ قَرَأَ { وَاَلَّذِينَ إذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً ، أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ } إلَى آخِرِ الْآيَةِ
Tidaklah seorang lelaki yang melakukan suatu tindakan dosa, kemudian ia berdiri lalu bersuci, kemudian ia melakukan shalat dua rekaat, kemudian memohon ampunan kepada Allah melainkan ia akan diampuni. Kemudian Rasulullah saw membaca ayat, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri” (Ali Imran:135) [HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi]
Hadis ini diperselisihkan kesahihannya, selain karena perbedaan dalam menilai kesahihan hadis, perbedaan ini juga karena berbeda di dalam memahami apakah hadis tersebut menunjukkan adanya shalat taubat atau tidak.
At-Tirmidzi menilai hadis hasan shahih gharib. Sebagain ulama’ ada yang mendla’ifkan karena di dalam sanadnya terdapat Abu Warqa’,dia dla’if. Syaikh Utsaimin pun menilai asal hadis itu dla’if, tetapi memiliki syahid. Syahidnya adalah hadis berikut.
مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang berwudlu seerti wudluku ini, kemudian ia shalat dua rekaat , tanpa berbicara dengan dirinya di dalam kedua rekaatnya itu maka dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (al-Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadis tersebut, Syakh Utsaimin mengatakan, bahwa shalat itu bukan shalat taubat, tetapi shalat wudlu. Meskipun demikian menghasilkan ampunan dari Allah. (Liqa’at al-Bab al-Maftuh)
Berbeda dengan Syaikh Utsaimin, Al-Albani menyatakan keshahihannya di beberapa tempat, seperti shahih tarhib wa targhib dan shahih Sunan Abi Dawud. Berdasarkan inilah maka Syaikh bin Baz juga menetapkan adanya shalat taubat.
Syaikh ‘Athiyyah Shaqr, mufti al-Azhar mengatakan, “Yang terpenting adalah bertaubat dan beristighfar setelah shalat. Sebab do’a setelah melakukan ketaatan itu lebih bisa diharapkan terkabulkannya.” (Fatawa Azhar). Untuk mendukung argumennya, belia mengutip hadis yang diriwayatkan oleh at-Thabrani dari Abu Darda’, dari Rasulullah saw
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ أَوْ أَرْبَعًا، مَكْتُوْبَةً أَوْ غَيْرَ مَكْتُوْبَةٍ، يُحْسِنُ فِيْهِنَّ الرُّكُوْعَ وَالسُّجُوْدَ ثُمَّ اسْتَغْفَرَ اللهُ غُفِرَ لَهُ.
Barangsiapa yang berwudlu dengan sebaik-baiknya, kemudia ia bangkit untuk menunaikan shalat duia rekaat atau empat rekaat, baik shalat wajib maupun bukan dengan menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, kemudia ia memohon ampun kepada Allah maka dia akan diampuni (HR ath-Thabrani)
Demikian juga menurut Syaikh Fauzan, “Taubat itu wajib bagi setiap muslim yang melakukan dosa, tetapi –setahu saya– tidak ada shalat khusus untuk itu” (al-Muntaqa min Fatawa al-Fauzan)
Setelah melihat hadis-hadis dan pendapat para ulama’ maka kami cenderung mengatakan, bahwa shalat yang secara khusus dinamakan shalat taubat itu tidak ada. Dengan memperhatkan hadis-hadis yang lain kita menilai bahwa hadis Abu Dawud dan Tirmidzi menunjukkan keutamaan shalat yang sempurna, lalu diikkuti dengan istighfar. Hanya saja dianjurkan bertaubat dan beristighfar setelah shalat, baik shalat wajib maupun sunnah seperti disebutkan di dalam hadis ath-Thabrani. Namun kami bisa memaklumi orang yang menganggap hadis Abu Dawud dimaknai dengan shalat Taubat. Allahu a’lam bish-shawab.
Juni 20, 2008 at 8:54 am
blok indah, artikel yang indah dan islami,
Maret 10, 2009 at 6:44 am
Assalamualaikum wr wb.
Terima kasih atas informasi mengenai “shalat taubat.” Saya mohon penjelasan mengenai urutan shalat jama’ ta’khir, misalnya maghrib dengan isya. Bagaimana urutan mengerjakannya: isya dulu, atau maghrib dulu. Urutan ini akan tampak, karena magrib tiga rakaat, sedang isya empat rakaat atau dua bila diqashar.
Sekali lagi terima kasih, wassalamualaikum wr wb.