Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) A. Hasyim Muzadi memberikan tawaran menyejukkan kepada Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk segera kembali ke akidah Islam.

Menurut Hasyim, NU di semua level, mulai PB hingga PC (pengurus cabang), tidak mentang-mentang mau membubarkan Ahmadiyah. Tetapi, mereka justru siap memberikan bimbingan kepada pengikut Ahmadiyah untuk kembali ke akidah Islam yang benar.

”Kami memilih mengambil porsi dari sisi dakwahnya. Sebab, keyakinan tidak mungkin dihilangkan dengan kekerasan, tapi dilakukan dengan dakwah yang bijak,” ujar Hasyim Muzadi saat konferensi pers di Kantor PB NU, Jalan Kramat Raya, kemarin (11/6). Dalam konferensi pers itu, Hasyim didampingi Sekjen PB NU Endang Turmudi dan ketua-ketua badan otonom NU.

nDak usah jauh-jauh ke NU, saya pun siap membimbing Ahmadiyyah untuk kembali ke jalan yang benar. Dan saya siap mengontak FPI, MMI, atau organisasi semacam hisbah lainnya untuk membimbing Ahmadiyah ke jalan yang benar. Tetapi syarat pembubaran Ahmadiyah, tidak perlu ditawar lagi.

Bagi saya, kekerasan itu kadang-kadang perlu, dan da’wah juga perlu. Prinsipnya, da’wah bagi yang mau menerima ajakan. Dan jihad bagi yangt menolak ajakan. Kalau ada yang menyatakan bahwa da’wah tanpa kekerasan, kenyataannya mana? Apa yang diperbuat NU dengan da’wah tanpa kekerasan? Ahmadiyah sudah ada, m ereka berkembang cukup pesat. Kalau penduduk Indonesia yang berorganisasi NU dominan, maka dari elemen manakah yang terbanyak masuk Ahmadiyah? Apa yang diperbuat NU, da’wah tanpa kekerasan atau kecolongan?