<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Hukum Lelang dalam Islam</title>
	<atom:link href="http://abahzacky.wordpress.com/2008/05/10/hukum-lelang-dalam-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abahzacky.wordpress.com/2008/05/10/hukum-lelang-dalam-islam/</link>
	<description>At-Tarbiyyah - wat-Tauhid - wal-Jihad</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Dec 2009 00:42:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: severus_snape</title>
		<link>http://abahzacky.wordpress.com/2008/05/10/hukum-lelang-dalam-islam/#comment-3952</link>
		<dc:creator>severus_snape</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 14:36:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abahzacky.wordpress.com/?p=320#comment-3952</guid>
		<description>@ M. Khalid
Setau saya menawar yg anda sebutkan itu adalah menawarkan barang barang untuk dijual  dengan harga yg lebih murah dari penawaran penjualan barang terdahulu/pertama dan jenis/macam barangnya pun sama. Misal, saya mau menjual barang dan menawarkan kepada seseorang bernama Paijo dengan harga (misal) 10.000. Lalu ada orang lain bernama Saleho yg menawarkan barang serupa untuk dijual dengan harga yg lebih murah kepada Paijo seharga (misal) 7.000. Tindakan Saleho ini yg tidak diperbolehkan bila Saya, Paijo dan Saleho sesama muslim.
CMIIW, wallahua&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ M. Khalid<br />
Setau saya menawar yg anda sebutkan itu adalah menawarkan barang barang untuk dijual  dengan harga yg lebih murah dari penawaran penjualan barang terdahulu/pertama dan jenis/macam barangnya pun sama. Misal, saya mau menjual barang dan menawarkan kepada seseorang bernama Paijo dengan harga (misal) 10.000. Lalu ada orang lain bernama Saleho yg menawarkan barang serupa untuk dijual dengan harga yg lebih murah kepada Paijo seharga (misal) 7.000. Tindakan Saleho ini yg tidak diperbolehkan bila Saya, Paijo dan Saleho sesama muslim.<br />
CMIIW, wallahua&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muhammad Khalid</title>
		<link>http://abahzacky.wordpress.com/2008/05/10/hukum-lelang-dalam-islam/#comment-2997</link>
		<dc:creator>Muhammad Khalid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 16:53:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abahzacky.wordpress.com/?p=320#comment-2997</guid>
		<description>To Abah Zacky
Assalamu &#039;Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Waridhwanuh...
Afwan Akhi...
Ana sedikit memberikan kritikan dan masukan.
1) Hukum lelang -&gt; bagaimana dengan LARANGAN MENAWAR BARANG YANG TELAH DITAWAR OLEH ORANG LAIN
2) Hukum Makelar
Makelar sekarang menjual barang dengan menyebutkan harga yang lebih tinggi daripada harga sebenarnya (disertai dusta), kemudian mereka memperoleh keuntungan dari selisih harga tersebut.
Kecuali mereka (makelar) menyebutkan harga sebenarnya beserta bonusnya yang dia dapatkan itu baru sah (tapi sampai sekarang Ana belum menemukan makelar seperti ini)
Menurut Ana menjadi makelar yang dibolehkan sebaiknya jujur atau langsung membeli barang tersebut kemudian menjualnya dengan harga tinggi (tanpa manipulasi harga)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To Abah Zacky<br />
Assalamu &#8216;Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Waridhwanuh&#8230;<br />
Afwan Akhi&#8230;<br />
Ana sedikit memberikan kritikan dan masukan.<br />
1) Hukum lelang -&gt; bagaimana dengan LARANGAN MENAWAR BARANG YANG TELAH DITAWAR OLEH ORANG LAIN<br />
2) Hukum Makelar<br />
Makelar sekarang menjual barang dengan menyebutkan harga yang lebih tinggi daripada harga sebenarnya (disertai dusta), kemudian mereka memperoleh keuntungan dari selisih harga tersebut.<br />
Kecuali mereka (makelar) menyebutkan harga sebenarnya beserta bonusnya yang dia dapatkan itu baru sah (tapi sampai sekarang Ana belum menemukan makelar seperti ini)<br />
Menurut Ana menjadi makelar yang dibolehkan sebaiknya jujur atau langsung membeli barang tersebut kemudian menjualnya dengan harga tinggi (tanpa manipulasi harga)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hanif</title>
		<link>http://abahzacky.wordpress.com/2008/05/10/hukum-lelang-dalam-islam/#comment-2610</link>
		<dc:creator>hanif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 22:30:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abahzacky.wordpress.com/?p=320#comment-2610</guid>
		<description>ASSALAMU ALAIKUM.
HUKUM MANJADI MAKELAR ?

--------------
Makelar kalau jasa perantara jual beli, ndak apa-apa, kan? Karena ia dapat fee dari jasa sebagai perantara saja. Berbeda halnya kalau dia beli lalu dia jual lagi tanpa ada serah terima barang. Maka  yang demikian itu terlarang. Allahu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ASSALAMU ALAIKUM.<br />
HUKUM MANJADI MAKELAR ?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Makelar kalau jasa perantara jual beli, ndak apa-apa, kan? Karena ia dapat fee dari jasa sebagai perantara saja. Berbeda halnya kalau dia beli lalu dia jual lagi tanpa ada serah terima barang. Maka  yang demikian itu terlarang. Allahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
