Bagi kaum muslim, munculnya film Fitna sesungguhnya bukanlah sebuah bencana. Justru itu adalah rahmat dan berkah. Mungkin ada yang bertanya, emang kalau Allah dihina, rasul dihina itu berkah? sabar dulu dong ya!
Saya katakan berkah karena telah membukakan mata kaum muslimin bahwa pada umumnya kaum nasrani tidak menyukai orang Islam. Di Indonesia mungkin anda ingat, Hatta pun mengisyaratkan adanya ketidaksukaan kaum nasrani ketika Piagam jakarta hendak menjadi dasar negara, lalu dibilang kalau utusan indonesia Timur akan memerdekakan diri kalau tidak diganti.
Itu salah satu bukti. Bahwa memang antara kaum nasrani dan Islam sesungguhnya ada potensi permusuhan. Memang, ketika sudah sama-sama sekuler, dan mengikuti aqidah Pluralisme keislaman dan kenasraniannya menjadi luntur. Namun dengan munculnya film Fitna itu, umat Islam dihentak untuk mengakui bahwa potensi itu tetap ada dan tidak pernah mati.
Inilah berkah, dibukakan mata kepada hakekat adanya permusuhan yang hendak ditutup-tutupi oleh para penyembah ajaran pluralisme. Dan tentu, menimbulkan berbagai reaksi dari umat islam. salah satunya seorang Blogger dari Saudi membuat film yang membalikkan opini Wilders.
Film “Perpecahan” berdurasi enam menit, dibuat oleh Raid Al-Saeed. “Saya membuat film itu kurang dari 24 jam, ” kata Saeed pada Arab News. Dalam film itu Al-Seed mengambil beberapa teks dalam alkitab yang sengaja ditampilkan dalam konteks yang melenceng-mirip yang dilakukan Wilders dalam film “Fitna”- dan mengaitkannya dengan sosok pemimpin kepemudaan Kristen fundamentalis asal Texas.
“Sangat gampang untuk menyelewengkan bagian-bagian dari kitab suci dari konteksnya dan membuatnya menjadi seperti kitab yang tidak manusiawi. Inilah yang dilakukan Wilders untuk menggalang dukungan atas ideologinya yang penuh kebencian, ” tulis Al-Saeed di akhir videonya.
Saeed juga memposting videonya itu di Youtube dan Youtube sempat menghapus video Saeed dengan alasan video itu melanggar persyaratan yang ditetapkan Youtube. Tapi alasan itu dibalas oleh Saeed dengan mempertanyakan mengapa Youtube menghapus videonya sementara “Fitna” masih dibolehkan tampil di Youtube. Saeed lalu memposting kembali videonya pada 2 Maret kemarin.
Video Saeed juga bisa dilihat lewat layanan video di situs AlArabiya.net dan Google, dan sudah ditonton lebih dari 1.800 kali di Youtube.
Demikian berita yanng berasal dari http://www.eramuslim.com/berita/int/8411173541-blogger-saudi-buat-film-tandingan-quotfitnaquot.htm
Terus terang saya belum mellihat film itu, meski kawan sudah ada yang mendonlot. Tetapi kalau hanya 6 menit rasanya terlaslu singkat. Padahal daftar kejahatan itu sangat banyak. Mulai dari Irak, Afghanistan, Bosnia-Herzegovina, Sudan, Sampai ke Ambon dan Poso. Sayang saya tidak mengusai teknik membuat film, dan juga tidak memilliki material yang cukup untuk menyusunnya, maka saya tidak buat.
Saya pun masih menyayangkan sikap saeed, yang ikut-ikutan memplesetkan ajaran al-Kitab mereka. Seharusnya tidak usah memplesetkan ajaran al-Kitab mereka. Dengan fakta saja sudah cukup, bahwa kasih sayang yang mereka sebarkan di dunia ini terbukti telah menjajah bangsa kita 350 tahun lamanya. masih kurang apa lagi….??
April 14, 2008 at 12:04 am
nggak kurang apa-apa bah, orang kapir itu cuma kurang ajar. Jadi mari kita hajar.
April 14, 2008 at 7:48 pm
Berarti penjajahan Belanda selama 350 tahun terhadap Indonesia itu adalah atas alasan AGAMA ? Atau dengan kata lain penjajahan satu agama terhadap agama lainnya ? Sepertinya saya perlu membuka kembali teks-teks sejarah bangsa ini.
Belanda bukan representasi Kristen, sama dengan Indonesia bukan representasi Islam. Terkecuali bagi negara-negara yang memang berideologikan agama, dan Belanda serta Indonesia tidak memakai ideologi itu.
April 14, 2008 at 9:58 pm
bah, eh tadz.,,, ada artikel baru tentang istilah el Shirozy.. bagaimana pendapat antum.. http://amaduq01.wordpress.com
April 16, 2008 at 4:38 pm
minta link tandingan film fitna! syukron
April 17, 2008 at 9:37 pm
ustadz yang ana lihat film itu berdurasi lebih kurang setengah jam, ana pandang emang itu berkah, wallahualam, orang kapir itu nyoba nafsirin quran dengan keadaan yang ada, sayang nya sangat subyektif,cuma lihat kesengsaraan merka aja, padahal kekejaman mereka tiada terkira. semoga umat islam semakin sadar bahwa musuh kita ternyata semakin keblabasan.
April 18, 2008 at 1:13 am
bah, ini ada link dari saya.
http://ressay.wordpress.com/2008/04/17/antara-fitna-dan-schism/
April 19, 2008 at 12:58 am
@Pyrrho
kalo belanda menjajah indonesa bukan karena alasan agama maka nggak akan ada gereja di indonesa nggak ada misionaris, nggak akan ada snouck horgronje yg mengacak-acak Islam dari sabang sampai merouke.
kalo buku sejarahmu buatan pemerintah, maka sebenarnya itu bukan sejarah yg benar karena indonesa sekarang juga masih di jajah, lihat saja hukum di sini masih memakai kuhp warisan londo.
April 22, 2008 at 9:16 pm
“kalo buku sejarahmu buatan pemerintah, maka sebenarnya itu bukan sejarah yg benar karena indonesa sekarang juga masih di jajah, lihat saja hukum di sini masih memakai kuhp warisan londo.”
dadi kalo pake kuhp atau apalah jenengeyang warisan arab sana namanya bukan dijajah? ngono? kalau benar ingin asli buatan indonesia, balik ke hukum adat. jadi tiap daerah punya hukum sendiri.
coba sekalian tunjukkan buku pelajaran sejarahmu terbitan mana, terus jelaskan sejarah menurutmu seperti apa. jangan jadi dobol yang isane hanya nyocot.
April 23, 2008 at 12:38 am
@loeboe
islam itu bukan arab arab itu bukan islam
kamu bodoh bodoh kamu
April 29, 2008 at 2:41 pm
Ana sbg seorang muslim sangat marah dan kecewa dn film fitna krn sudah mencemarkan nama baik islam
April 30, 2008 at 5:29 pm
Abah , situs tanggapan no.6(ressay.wordpress.com) gimana Abah ? , ana risih
April 30, 2008 at 8:08 pm
abah , situsnya milik tanggapan no.6(ressay.wordpress.com) gimana tu bah, ana jadi risih
Mei 3, 2008 at 7:13 pm
Ya aq jg buka blog ressay. Yaa orang2 macam gini makin bnyk. Kita nasehati baik2 aja. tinggal berapa thn sih dia hidup?, paling kalo skrg umur 20, kn tinggal 50 plg lama. Kalo g tobat ya siap2 aja VIP in Jahanam Hotel