Dunia kembali geger karena sebuah film yang diproduksi di Belanda. Film yang diarsiteki oleh salah seorang anggota parlemen belanda yang ekstra kanan, Geert Wilders, itu berisi hujatan dan penghinaan terhadap Islam. Film yang berdurasi sekitar 17 menit itu secara umum menggambarkan penyerangan teroris yang terjadi di New York dan Madrid yang kemudian dihubungkan dengan ayat Al-Quran.
Saya tidak tahu, apakah kru Hidayatullah sudah pernah nonton atau belum, tetapisaya temukan di dalam situsnya Hidayatullah menceritakan kronologi film Fitna itu;
Rangkaian adegan film dibuka dengan gambar pesawat yang menghantam menara kembar WTC pada 11 September 2001 silam dengan latar suara seseorang dari ujung telepon yang melaporkan keadaan bahaya.
Adegan selanjutnya adalah cuplikan gambar korban tewas dalam peristiwa pemboman kereta bawah tanah di Madrid pada tahun 2004.
Wilders menampilkan potongan ayat sebuah surat dalam Al-Quran yang kemudian diterjemahkan sebagai dasar keyakinan bagi orang Islam untuk melakukan ‘teror terhadap musuh Allah’. Pemaparan ini menjadi bagian film dari menit kedua hingga menit kesepuluh.
Dalam Film Fitna juga dimunculkan gambar kartun Nabi Muhammad SAW dengan surban berbentuk bom di kepala, bersumber dari kartun Jyllands-Posten. Setelah beberapa detik disugestikan bahwa bom itu meledak.
Pemerintah belanda sendiri sejak awal sudah cukup tahu diri, bahwa film semacam itu sangat potensial menimbulkan konflik. Maka untuk meminimalisir dampak negative dari reaksi terhadap negeri kincir angina itu, pemerintah Belanda menyatakan, bahwa film tersebut tidak mewakili pandangan belanda terhadap Islam. Bahkan eramuslim.com memberitakan bahwa Belanda mengirimkan surat resmi kepada PBNU, selain meminta maaf juga menjelaskan bahwa hokum yang berlaku di Belanda tidak memungkinkan untuk menindak kebebasan berpendapat selama tidak terbukti berdampak buruk.
Persoalan yang diungkapkan oleh Wilders sebenarnya bukan persoalan baru. Dan sebenarnya juga bukan persoalan yang disimpan di dalam hati Wilders saja. Bisa jadi seluruh dunia sebenarnya memiliki perasaan itu. Hanya umumnya mereka tidak mau mengungkapkannya saja. Sehingga fenomena ini hakekatnya adalah fenomena gunung es.
Soal bahwa Islam memerintahkan I’dad untuk turhibuna (menakut-nakuti) ya memang benar. Di dalam al-Qur’an ada ayat itu. Untuk menakut-nakuti memang iya. Syaikh Abdullah Azzam sejak beberapa tahun silam sudah menyatakan bahwa jika yang dinamakan terror itu menakut-nakuti musuh Islam, memang Islam memerintahkannya. Pernyataan serupa diulang lagi oleh Syaikh Abdul Qadir Abdul Aziz yang menyatakan, “al-irhabu minal Islam, faman Ankara faqad kafara”.
La, kemudian Wilders ini kan termasuk orang yang ketakutan, lalu mencoba menyerang balik dengan disertai plesetan yang dianggapnya lucu. Dia menunjukkan hakekat yang ada di dalam Al-Qur’an, lalu memberikan dengan penjelasan ala plesetan. Yang namanya lucu itu biasanya kan salah satu dari 3 hal, miss-komunikasi, plesetan-porno, atau ejekan kepada seseorang, apapun benuknya, bisa parody atau ejekan langsung.
Saya menduga harapan Wilders dengan filmnya ini adalah agar kaum muslim moderat membela diri, dan menekan muslim garis keras. Strategi yang dibangun kira-kira adalah strategi belah bambu. Ada juga kemungkinan memang dia manusia keras kepala seperti Abu Lahab, yang sengaja menentang umat Islam, apakah umat Islam serius dengan gertakannya atau hanya jualan sambal saja.
Tetapi yang nampak dari munculnya film tersebut, lebih besar dari yang digagas oleh pembuatnya. Film telah membuka tabir yang selama ini menutupi hubungan Islam-Kristen. Bahwa permusuhan kedua belah pihak yang selama ini disembunyikan kini tersingkap.
Belanda melarang pemutaran film bukan karena penghinaan yang dimuat di dalamnya, melainkan mengkhawatirkan dampak negatif yang ditimbulkannya. Ini artinya, secara materi mereka setuju saja, tetapi karena memungkinkan munculnya dampak negatif, mereka pun akhirnya menahan diri.
Indikasi kea rah ini cukup bisa dilihat dari tindakan bangsa Eropa terhadap umat Islam. Ada di antara mereka yang menghina dengan membuat kartun. Ada yang menyerang negeri-negeri Islam. Ada yang membuat film. Akankah berhenti sampai di siani? Kiranya tidak, masih ada lagi penghinaan terhadap Islam yang akan muncul.
Saya kira kita tidak perlu anti dengan diputarnya film itu. Catatan dari saya, tetapi jangan senang dengan menonton film itu. Silakan menonton film Fitna dan marahlah. Tumbuhkan kemarahanmu dengan menonton film tersebut, dan wujudkan marahmu itu sebagai marah fi sabilillah….
Maret 30, 2008 at 9:59 am
Dengan fenomena pihak asing, sudah saatnya kita membentengi diri dengan memperbanyak / meningkatkan ibadah dan memohon ampunan Allah Swt, agar kita selalu dilindungi Nya Amien ya robal Alamin
Maret 30, 2008 at 2:17 pm
marah fisabilillah? bah, istilah apalagi ini?
mbok jangan jadi bodoh begitu ah ! Yang aku tahu disebutkan dlm Al Qur’an bahwa dalam kondisi marah janganlah kita berlaku tidak adil..
Lagian marah kok ngajak-ngajak..
————-
abah:
Ya, Kalau orang tuamu dihina apakah Anda tidak marah. Kalau agama Anda dihina, apakah Anda tidak marah? Tidak bolehkah marah atas dasar agama?
Maret 30, 2008 at 2:47 pm
Assalamualaikum……
Belanda menjelaskan bahwa hukum yang berlaku di Belanda tidak memungkinkan untuk menindak kebebasan berpendapat selama tidak terbukti berdampak buruk.—> kalau mereka mengganggap hal tersebut tidak berdampak buruk,bagaimana kalau kita buat film tandingan untuk umat mereka, agar meeka tau apa dampak buruk dari film mereka tersebut,….kita tunggu reaksi bangsa barat…umat islam sudah cukup bersabar ,…teroris tidaklah mewakili umat islam,kita pun memerangi teroris,..tapi knapa pemerintahan barat sepertinya tidak pernah menunjukan niat baik pada saat terjadi penjelakan terhadap umat islam oleh orang mereka, seperti yg pernah juga terjadi di Denmark yang membuat karikatur Nabi Muhammad,mereka membiarkannya…..
kami dari garis keras umat islam siap membalas dengan membuat film yang sama,tapi justru menjelekan umat barat (kalau tidak mau disebut umat kristen) Tunggu aja tanggal mainnya….
Wassalam
Maret 30, 2008 at 4:08 pm
Rasanya aneh kalau Anda menganggap dan mengeneralisasi bahwa ini adalah konflik antara Islam vs Kristen. Anda tidak berbeda kalau gitu dengan si Wilders. Karena Anda menganggap semua orang Kristen berpikiran seperti Wilders.
———–
abah:
Emang tidak ada konflik Islam dan Kristen???? Kalau Anda tidak melihat ada, justru Anda yang aneh.
Maret 30, 2008 at 10:33 pm
MEREKA PARA KAFIRIN RUPANYA MASIH BELUM NGERTI JUGA BAHWA UMAT ISLAM AKAN MARAH JIKA AGAMANYA DIHINA, MENURUT SAYA INI CUMA TESTING TENTANG IZZAH YANG DIMILIKI MUSLIMIN…….. DAN KAMU TELAH TAHU YA KAFIR BAHWA KAMI MASIH PUNYA IZZAH JADI JANGAN COBA COBA
Maret 31, 2008 at 12:11 am
seperti yang dikatakan Usamah Bin Ladin, kalo mereka menganggap itu adalah sebuah kebebasan berekspresi maka jangan salahkan kami jika ekspresi kami membuat mereka tidak suka, contoh paling ringan penggal kepala orang yang menghina Islam atas dasar kebebasan.
mudah kan?.
Maret 31, 2008 at 1:08 am
pak abah, anda mengaku menggalang tauhid menuju jihad fi sabilillah tp menyuruh org utk marah krn Allah. Masya Allah, sadar pak… cari cara lain yg lebih baik drpd mengajak org marah2. Allah dan rasulNya tdk mengajarkan hal yg demikian, sebaliknya kt disuruh :
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh (Q.S. 7 : 199)”
—————
abah:
Orang yang tidak bisa marah itu artinya pengecut. Pemaaf, kalau mereka mau bertaubat, ok. Kalau pelaku kejahatan tidak bertaubat, maka layak untuk dimarahi.
Anda mengemukakan dalil tidak pada tempatnya. Mengapa mengambil satu ayat dengan mengesampingkan ayat yang lain. Mengapa tidak mengemukakan ayat, “Dan perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, tidak pula beriman kepada hari akhir, dan tidak mengharamkan apa-apa yang diharamkan Allah dan rasulNya, dan juga tidak mengikuti agama yang haq, dari kalangan orang-orang yang telah diberi kitab sampai mereka membayar jizyah..” (at-Taubah:29)
tentang marah karena Allah, perhatikan kisah nabi Yunus. Di dalam al-Qur’an dikatakan di dalam al-Anbiya’:87. “Dan Dzun Nun pergi dengan perasaan marah…” Para ulama’ ahli tafsir menjelaskan, bahwa marahnya Nabi Yunus itu dibolehkan, sebab termasuk marah karena Allah. Marah karena ummatnya bermaksiat kepada Allah.
Maret 31, 2008 at 10:25 am
Bener A.Zacky zaman sekarang aneh justru ngaku islam tapi masih mesra2an dengan salibis dan yahudi.muslim ini ibarat satu tubuh,jika ada saudara seiman disakiti musuh berarti kita harus membantunya minimal simpati pengorbanan mereka dan musuh harus diqishos,ini kok malah dimaafkan segala…wah..kalo gitu terus kapan tuh kejayaan islam muncul,tiada kilafah tanpa tauhid dan jihad fisabililah..
April 1, 2008 at 8:34 am
biarlah anjing-anjing itu berteriak kencang, jangan terpengaruh. kuatkan barisan, dan tetaplah islam!
April 1, 2008 at 4:44 pm
Ya, ikhwaniy fied-dien, susah-susah amat buat ngomentari tuh film, yang penting aksi fie sabilillahnya…kan semakin terbukti tuh akan wajibnya jihad fie sabilillah! So, jawabannya cuma satu kawan : PERANG
Ahhh…mereka mah udah biasa lagi dicaci maki.
Soalnya kalajengking itu tidak akan mempan kalau hanya dibacakan riwayat-riwayat, tapi perlu dipukul kepalanya pake pedang!
April 2, 2008 at 9:21 am
insya Alloh akan ada bom2 lagi untuk kaum kuffar,yang lebih dahsyat dari bom bali.
April 2, 2008 at 7:26 pm
Marah…?? Boleh g ya..??
Tentu saja kita boleh marah,walaupun ada hadits yg melarang kita untuk marah.
Tapi ingat sobat ini masalahnya beda,klo diri kita yang dihina kita boleh saja menahan amarah kita,tapi ini bukan diri kita,orang tua kita kita atau keluarga kita tapi ini lebih berharga dari itu semua.Ini agama kita yang dihina,maka marahlah.Tapi jangan lampiaskan kemarahan kita dengan hal yg negatif lebih baik jadikan amarah kita ini sebagai pecutan bagi kita agar kita berusaha agar lebih baik lagi untuk membuktikan bahwa Islam itu tidak seperti pandangan mereka saat ini,SEMANGAT..!!!
April 6, 2008 at 12:25 am
tomy, padma, kurdi….bodoh banget sih. Islam bukan sih?
Udah baca ayat-ayat attaubah belum?al-anfal?
Dah tau wala wal bara’? Jihad?
Ngga usah susah2, bukunya banyak kalo mo cari, ato liat situs2, ni aja :almuhajirun.com,
kalo kamu muslim semoga kalian mendapat hidayah, kalo kafir semoga binasa.
April 6, 2008 at 12:40 am
[La, kemudian Wilders ini kan termasuk orang yang KETAKUTAN]
>>Syaikh Abdullah Azzam sejak beberapa tahun silam sudah menyatakan bahwa jika yang dinamakan terror itu menakut-nakuti MUSUH Islam, memang Islam memerintahkannya.
1.memangnya Wilders itu ‘MUSUH’ islam ???
2.bukankah dalam agama sharusnya tdk ada MUSUH”an ??
3.adakah penjelasan ttg ‘menakut-nakuti MUSUH Islam’ ??
4.Film telah membuka tabir yang selama ini menutupi hubungan Islam-Kristen. Bahwa PERMUSUHAN kedua belah pihak yang selama ini disembunyikan kini tersingkap.
*siapa yg bilang bahwa islam-kristen BERMUSUHAN ??
>tlong djwb .. posting ini bnr” mmbuat sy bingung ..
>trimakasih , apabila ad kt” yg mnyinggung / tdk brknan di hati and , saya mhon maaf .
April 6, 2008 at 9:55 am
@ GBU all
Ok, saya jawab pertanyaan Anda;
1- Kalau wilders memusuhi islam, maka ia musuh Islam. Kalau bukan musuh Islam, kenapa takut? Kan Islam dan umatnya tidak memusuhi yang bukan musuh.
2- Kalau agamamu mungkin mengajarkan begitu. Kalau islam ndak begitu. Penjelasan otentik kan ada di dalam al-Qur’an, mari kita lihat Qur’an
مَنْ كَانَ عَدُوّاً لِلَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
barangsiapa memusuhi Allah, malaikatNya, rasul-rasulNya, Jibril, Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang kafir.
jelas, kan, dalam Islam orang yang memusuhi Allah dan memusuhi Rasulullah adalah musuh umat Islam. Lha Wilders, mengejek nabi, petanda permusuhannya kepada Nabi, ye jelas musuh Islam dan umat islam.
3- Kalau umat Islam memiliki kekuatan, musuh Islam tidak akan beani macam-macam. Paling banter nanti menyimpan di dalam hati saja, sehingga islam bisa bebas mendakwahkan Islam kepada semua manusia, membebaskan dari penyembahan kepada sesama makhluk kepad apenyembahan kepada Allah.
4- Soal ini kita bahas lain kali, soalnya yang bilang gitu buanyak banget.
Soal singgung menynggung, itu biasa dan sudah saya maafkan. sebaliknya saya juga mohon maaf, ok thanks atas kunjungan anda ke blog saya.
April 17, 2008 at 9:47 pm
oke ana marah, tapi untuk mbuat filem tandingan entar dullu deh, apalagi kalo menghujat, ato mencela sesembahan mereka , wah apa tidak melanggar ayat tuch, wa la tasubbulladzina yad’una min dunillah fayasubbullah ‘adwam bighiril ilm,
malah mending hancurin aja mereka sebagaimana khalifah mullah umar menghancurkan patung budha, trus apa yang harus diancurin? berangkat aja ke ma’rakah . wallahua’alam