Setelah Allah swt menurunkan perintah Nya kepada Rasulullah saw agar melakukan dakwah Jahriyah (terang terangan) dengan firmanNya:
و أنذر عشيرتك الأقربين
Para pembesar Quraisy dari kalangan Musyrikin benar benar gerah dengan pergerakan dakwah yang kemajuannya sangat pesat ini. Berbagai usaha mereka lakukan untuk menghalangi laju perkembangan dakwaah Rasulullah saw. Dari mulai ancaman , intimidasi fisik hingga lobi lobi diplomasi mereka lakukan melalui Abu Thalib paman Nabi saw. Yang dengan tegar terus membela dan melindungi beliau dengan jaminan dirinya.
Antara lobi yang di lakukan para pembesar Musyrikin yang notabene masih anggota keluarga dekat Rasulullah saw. Sendiri adalah mendatangi Abu thalib dengan memberikan tawaran istimewa. Delegasi lobi yang di pimpin kedua paman Rasulullah saw. Abu jahal dan Abu lahab ini memberikan tawaran kepada Rasulullah saw. Memlalui pujukan sang paman (Abu thalib). Delegasi ini menawarkan kepada Rasul bahwa jika dia sudi mengehntikan kegiatan dakwahnya, maka para pembesar Quraisy sepakat untuk memberikan keistimewaan keistimewaan kepada Raasulullah saw. Beliau akan di jadikan sebagai pemimpin tertinggi kota Mekkah, beliau akan di jadikan sebagai orang terkaya di Mekkah, dan akan di nikahkan dengan wanita tercantik di sana serta beberapa keistimewaan yang lain. Mendengar tawaran ini Abu thalib pergi menemui Rasulullah saw. Dan menceritakan apa yang di tawarkan para pembesar itu kepadanya. Tapi Rasulullah saw. Tetap menolak keistimewaan keistimewaan itu dan memilih untuk terus melaksanakan perintah Allah sebagai penyampai risalahnya. Setelah Abu Thalib kembali dengan membawa jawaban dari Rasulullah, para pembesar musyrikin benar benar kehabisan akal, tetapi mereka tidak berhenti di situ, justru kali ini mereka teruskan dengan memberikan ancaman, baik kepada Rasulullah saw. Dan tekanan kepada Abu Thalib serta memberi somasi kepada Abu thalib bahwa jika Muhammad tidak menghentikan dakwahnya maka akan terjadi pertumpahan darah. Perkembangan ini bukan menjadikan Rasulullah saw. lemah, tetapi justeru memperkuat semangatnya untuk terus melaksanakan perintah suci ini, dan beliau Memberikan jawaban yang memberi makna yang sangat hebat yang seharusnya menjadi pelajaran dan rujukan bagi seluruh umatnya, beliau mengatakan: “Demi Allah walalupun mereka akan meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku demi untuk aku menghentikan perintah agama ini, sekali kali tidak akan aku tinggalkan.”
Kisah di atas benar benar memberikan pelajaran penting bagi umat Islam zaman ini . Yang pertama adalah bahwa mendakwahkan kebenaran bukanlah pekerjaan gampang yang bisa di lakukan dengan pekerjaan sampingan, terlalu banyak gangguannya dan musuh yang bermunculan di jalan itu. Yang kedua bahwa merebut kekuasaan bukanlah jalan utama mencapai kemenangan dalam dakwah, jika tidak, lalu mengapa Rasulullah saw. menolak ketika di tawari menjadi pemimpin tertinggi di kota Mekkah? Jika difikir dengan akal, tentu tawaran ini sangat strategis, di mana jika beliau menerima tawaran ini lalu beliau menjadi penguasa Mekkah, maka seluruh penduduk Mekkah dengan mudah dapat di kuasai dan di pengaruhi dan kemudian hanya memerlukan waktu singkat beliau bisa membangun kekuatan dan membuat gerakan balik untuk langsung memproklamasikan tegaknya Negara Islam di Mekkah. Tetapi nampaknya jalan ini bukan menjadi pilihan beliau, beliau lebih memilih untuk terus berdakwah seperti biasa walau harus menghadapi berbagai gangguan.
Nampaknya ada sesuatu yang harus di garis bawahi dalam masalah ini, yaitu bahwa kebenaran yang sifatnya bersentuhan langsung dengan akidah tidak boleh di anggap enteng dan berkompromi walaupun secara taktis dan strategi di perkirakan akan mendapatkan jalan dakwah yang lebih mulus dan pintas. Karena resiko dalam masalah ini sangat besar. Kemusyrikan adalah lawan dari ketauhidan, dengan sekali saja Rasulullah saw. Menyepakati kemusyrikan maka serta merta hancur leburlah dakwah tauhid yang beliau bawa. Begitu pula dengan suatu sistem syirik yang sedang berkembang di zaman sekarang, sebuah agama baru yang di sebut demokrasi yang sama nilainya bahkan lebih jahat dari kemusyrikan yang ada di zaman Rasul saw. Jika di zaman itu rakyat menjadikan berhala sebagai tuhan, maka pada demokrasi rakyat menjadikan dirinya sendiri sebagai tuhan, hingga memiliki kekuatan penuh untuk menentukan hukum semau mereka, walau hukum itu jelas berlawanan dengan hukum Allah swt. Sebagai pemerintah dan pengatur alam semesta yang sebenarnya.
Berkompromi dengan demokrasi adalah kuburan bagi dakwah tauhid, sesuatu yang benar benar tidak dapat di cerna oleh fikiran ketika tauhid harus didirikan di atas pondasi syirik, padahal keduanya adalah seuatu yang sangat berlawanan dan tidak mungkin di satukan, jika ada tauhid maka harus hilanglah syirik, dan jika ada syirik maka rusaklah tauhid, lalu bagaimana mungkin kekuasaan syariat tauhid di bina di atas kekuatan sistem demokrasi yang syirik? Dari sinilah kita sangat meragukan wujudnya partai yang berbasis demokrasi untuk memperjuangkan syariat tauhid.
Tetapi di sisi lain, pada kisah yang sama dapat kita mengerti bahwa hal hal yang sifatnya tidak bersentuhan langsung dengan kesyirikan dapat beliau terima, hal ini terlihat dari kepercayaan beliau menerima jaminan keamanan dari Abu thalib yang masih sebagai orang musyrik, dan sistem seperti ini adalah sistem kebisaaan jahiliyah, tanpa harus mengakui kesyirikan yang melekat pada orang orang jahiliyah itu sendiri. Dan masih beberapa kisah lagi yang menceritakan bahwa Rasulullah menggunakan sistem jaminan ini untuk memasuki kota Mekkah yang masih di kuasai musuh.
Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa perjuangan menegakkan hukum tauhid memalui pemilu boleh boleh saja asal tanpa pengakuan terhadap kebenaran demokrasinya. Yakni siapapun yang menempuh jalan ini harus mentargetkan tegaknya hukum Allah dan bukan hukum rakyat, pekerjaan rumah pertama bagi mereka yang berhasil memasuki gedung MPR DPR adalah mengembalikan kewibawaan hukum Allah swt. Sulit memang untuk memilah isi hati antara pengakuan terhadap kebenaran demokrasi dan hanya sekadar menggunakan salah satu sistemnya yang tidak berlawanan dengan nilai tauhid. Maka hendaknya hal ini menjadi perhatian bagi semua, memilah antara kebenaran demokrasi dengan hanya sekadar menggunakan sebagian dari sistemnya yang masih tidak bersentuhan dengan tauhid.
Selamat berjuang sauadara saudaraku di partai….!!!
Februari 6, 2008 at 4:16 pm
Tauhid dan syirik gak bisa bersatu dalam ruang lingkup dan waktu seperti halnya siang dan malam oleh karna itu mari kita tegakan Tauhid hancurkan syirik bangun Daulah islam di indonesia dengan jihad fisabilillah.
Februari 7, 2008 at 10:54 am
abah, tulisan baik sekali tetapi dibagian akhir sedikit tercengang juga. Kalau pada akhirnya pemilu boleh-boleh aja seperti syarat diatas yang dikemukakan abah, kenapa Rasullulloh SAW tidak ke Darun Nadwah (parlemennya quraisy pada waktu itu) aja ya?
kalau saya boleh koreksi pendapat abah (maaf sebelumnya, saya hanyalah orang faqir ilmu,bila dibandingkan dengan abah); hukum Tauhid tidaklah didapat dengan cara referendum (pemilu/demokrasi) dan setiap orang yang mengaku beriman haruslah berbara’ah dengan kesyirikan dan jangan mendekati jalannya, sedangkan zina saja yang dosa besar serta masih diampuni , orang beriman dilarang mendekati bagaimana dengan dosa syirik yang tidak terampuni? ada satu lagi yang harus dicermati dari cerita diatas, Rasulullah SAW tidaklah minta perlindungan ke abi thalib tetapi hanya menerima saja. sedangkan orang partai “islam” bagaimana? bukannya mereka repot-repot meminta perlindungan dari aparatur syirik?
ada ungkapan dari seorang ustadz yang tidak terkenal yang menganalogikan bahwa islam itu seperti mutiara, tetapi dengan kondisi saat ini mutiara ini berada dalam tempat sampah, hingga pudarlah keindahan serta sinarnya, oleh sebab itu agar mutiara tersebut kembali keindahan serta sinarnya maka mutiara itu haruslah dipisahkan dari tempat sampah lalu dibersihkan dan diletakkan pada pajangannya hingga ia terlihat bersih dan indah sinarnya.
Pesan saya buat pengikut partai “islam” janganlah perjuangkan Islam ditempat sampah (parlemen)bila merasa yang anda perjuangkan itu adalah mutiara pisahkan diri serta murnikanlah ketaatan diri kepada Alloh SWT dari sampah kesyirikan.
Iman, Hijrah dan Jihad dengan harta serta Jiwa saja yang akan membawa hukum tauhid berjaya di dunia ini seperti yang telah di contohkan Rasululloh SAW dan para sahabat awal.
sekali lagi tinggalkanlah partai dan atributnya itu, tinggalkan demokrasi jangan buang kesempatan dan waktu yang hanya sekali ini untuk menjadi “abdullah”.
Februari 8, 2008 at 8:27 am
sependek yang saya tahu, saat orang menjadi anggota DPR maka yang pertama kali adalah pelantikan, sedangkan dalam pelantikan tersebut calon anggota DPR/MPR sebagaimana pelantikan pegawai negri harus melafalkan sumpah untuk tunduk dan patuh dibawah UUD 45, pancasila dan KUHP dibawah Al Qur’an pula.
bukankah ini hal tersebut dapat menjadikannya kufur karena perkataan / sumpah tersebut ?
Peraturan Pemerintah No.21 Tahun 1975 pasal 6 yang berbunyi:
“Demi Allah, Saya Bersumpah:
Bahwa saya untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah;
Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab;
Bahwa saya akan senantiasa menjungjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan martabat Pegawai Negeri serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan;
Bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu menurut sifatnya atau menurut perintah saya haruus merahasiakan;
Bahwa saya akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara.”
Setiap orang yang bersumpah untuk loyal kepada undang-undang, apapun dinasnya, walaupun dia kerja di dinas pendidikan umpamnya, atau dinas pertanian, atau dinas perhutanan, akan tetapi jika dia bersumpah untuk loyal kepada undang-undang atau kepada sistem thaghut, maka apapun bentuk pekerjaannya jika dia melakukan sumpah, maka dia kafir dengan sebab sumpahnya, bukan dengan sebab pekerjaannya.
Februari 9, 2008 at 5:22 am
loh ustadz, koq tumben pake kata2 “Selamat berjuang sauadara saudaraku di partai….!!!”
Maksudnya gimana? ustad kan lebih ngerti orang2 yang da di PANGKAS daripada q, tau seluk beluk dan faktanya.plis deh, kapan2 jelasin q ya, syukron
——————-
abah zacky:
Ya, demokrasi adalah sistem syirik. Orang yang terlibat di dalamnya adalah musyrik. Ini ta’mim, bukan ta’yin. Artinya jika ada orang yang masih berkeinginan untuk berjuang fi sabilillah, dan memanfatkan celah-celah di parlemen, beri saja kesempatan kepadanya.
Memang kebanyakan di antaranya, ketika sudah mewakili kaum muslimin untuk berjuang di kursi perwakilan itu mereka lupa. Mereka tidak lagi mau memperjuangkan sesama pejuang di lembaga itu. Tetapi jadinya memperjuangkan dirinya sendiri dengan mempertahankan kursinya. Saya kira itu sebuah kecelakaan sejarah.
Adanya kecelakaan karena untuk memasuki medan jihad di ruangan DPR kadang-kadang dilakukan secara personal, bukan sebagai amal jama’i. Atau memang jama’ah hanya mengambil jalan perjuangan parlementer. Kita harus fahami, perjuangan di majelis tersebut harus dalam kerangka jama’ah secara luas. Jadi, untuk memasuki sebuah lembaga demokrasi itu harus seizin pimpinan perjuangan, sehingga bisa disinergikan antara perjuangan di DPR dengan perjuangan di lapangan. Selain itu juga selalu ada kontrol terhadap kontribusi anggota dewan terhadap perjuangan Islam secara makro. Allahu a’lam
Februari 9, 2008 at 6:09 am
“Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa perjuangan menegakkan hukum tauhid memalui pemilu boleh boleh saja asal tanpa pengakuan terhadap kebenaran demokrasinya.”
———————————————–
benar ustad,masalahnya semua pemilu di dunia dari dulu sampai sekarang mesti berasaskan demokrasi.
Februari 12, 2008 at 11:35 am
Abah saya juga jadi bingung nih,bukankah dalam Kitab Al Umdah..yg ditulis Syaikh Abdul qadir bin Abdul Aziz hal.191-192 mengatakan bahwa niat itu tidak bisa menghalalkan yang haram !!!atau yang haram bisa menjadi halal dengan adanya niat saja,artinya jika Demokrasi syirik maka yg ikut didalamnya juga syirik bukan tergantung dari niat kita.mohon penjelasannya Abah,karena kami termasuk yg miskin ilmu juga..
Wassalam wr.wb
—————-
wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh:
Secara umum memang demikian. Sedangkan berjuang untuk Islam di dalam wadah parlemen yang kami maksudkan adalah benar-benar memperjuangkan ummat, bukan sekedar lips service, di dalam sebuah sistem yang tidak mungkin dilakukan dari luar. Nah ini sebuah kedaruratan, dalam kondisi darurat ini boleh saja menggunakan fasilitas haram selama ghairu baghin wala adin. Maka persyaratannya adalah, tidak ada keinginan untuk berlama-lama di dalam majelis tersebut karena telah merasakan keenakannya, dan tidak pula melampaui ketentuan diijinkannya.
Maka jika berjuang di parlemen ini akan ditempuh, tentukan dulu sasaran apa yang hendak dicapai. Mencabut undang-undang anti teror, menetapkan undang-undang yang senafas dengan aturan syari’ah…. saya sebut senafas maksudnya bukan aturan syari’ah, tetapi sesuai dan tidak bertentangan. atau membuat undang-undang yang memudahkan para mujahid untuk bergerak…. atau menggagalkan undang-undang yang membatasi gerakan dakwah ummat… dll
Jika misi yang diemban itu, silakan. Dan jangan melampaui batas… Dan jika misi telah tercapai, ya sudah. jangan berlama-lama di majelis itu. allahu a’lam
Februari 20, 2008 at 3:05 pm
waw !! bagus bgt !!!
Februari 20, 2008 at 3:34 pm
apa pantas hukum Allah disejajarkan ama hukum demokrasi?
apa pantas hukum made in Allah yang Maha Mengetahui di samakan ama hukum buatan manusia? manusia kafir lagi!!
Maha Suci Allah dari apa2 yang mrk skutukan!!!
ama kutu siapa takut!!!
Februari 22, 2008 at 2:01 pm
Wah aq jdi bingung. Aq dulu nyoblos PKS, mereka orangnya islamis kok,,, menurut saya marilah berukhuah, pks mta mmi adl saudara, kaya d iraq, isi iai rasidin muj army, ansr suna jg saudara . Beda pendapat jgn mengkafirkan
—————–
abah zacky:
saya kira tidak satu kata pun tulisan yang saya postingkan mengkafirkan perbedan pendapat, khususnya dengan PKS. Tetapi bagi saya, soal beda pendapat yang berimplikasi pada kekufuran, apa boleh buat, menjatuhkan takfir tidak terelakkan, meskipun dalam bentuk ta’mim, bukan ta’yin. Sebagai misal, saya tidak sepakat dengan upacara sedekah bumi, yang biasa dilakukan orang jawa. Lalu masyarakat sekitar saya melakukannya, maka akan saya katakan bahwa tindakan itu adalah tindakan kemusyrikan. Itu juga beda pendapat, kan?
Februari 27, 2008 at 1:40 pm
Kalau Ana menangkap, Abah sedang maen mantiq neh. Sebagaimana Abah yang lain pernah bilang begini :
“Saya menghimbau kepada segenap kaum muslimin, Agar jangan memilih partai yang tidak menegakkan dan berasaskan syari’at Islam”.
Nah dari sini akan ada beberapa kesimpulan :
1. Sebagian akan menyimpulkan : Berarti jangan memilih PDI, PNI, Golkar DLL.
2. Sebagian akan menyimpulkan : Klo gitu kita harus dukung PKS, PPP, PKB DLL.
Yang menjadi inti pemahaman adalah :
Mana ada diantara partai-partai yang mengikuti pemilu itu yang menegakkan syari’at Islam, Kalau toh tujuan mereka ingin menegakkan syari’at tetapi mereka menempuhnya tidak dengan jalan syari’at. Ini masalahnya !!
Bukannya para ulama’ telah bersepakat bahwa syarat diterimanya amal adalah Haqqunniyah wa Muttaba’ah ala Sunnah ??!!
——————-
abah zacky:
ya.. kalau ada. Kalau ndak ada ya sudah. Gitu saja kok refot.
Maret 8, 2008 at 11:25 am
To Rijal
Jangann berteriak saja….buktikan dengan tindakan…katanya ente nyontoh nabi Ibrahim…
kapan jihadnya…..ditunggu.
bukankah nabi Ibrahim jihad sendirian menghadapi satu kerajaan besar?
Bukankah NAbi Ibrahim sangat tidak punya kekuatan dibanding kekuatan kerjaan namrud?
Bukankah nabi Ibrahim akhirnya terusir dari negerinya sendiri (melarikan diri/kalah)?
Nah…kalian menunggu apa lagi untuk jihad?
Camkan hal itu wahai saudaraku, jangan berteriak saja.
Salam
ABu HAnif
Maret 8, 2008 at 11:32 am
Untuk ABu Muhammad.
Mengapa nabi Yusuf mau masuk ke pemerintahan kafir?
Bukankah nabu Yusuf as merupakan manusia yang hanif, bukankah kerajaan yang dimasukinya adalah kerajaan kafir?
Jadi tulisan di atas perlu antum renungkan?
Tentnag sejarah nabi MUhammad, menurut saya, anda hanya perlu memahami maksud yang sesungguhnya, jangan dilihat teksnya saja.
Camkanlah wahai saudaraku hal tersebut.
Salam
ABu HAnif
Maret 8, 2008 at 11:34 am
klo lu mau….chat sex yuk….
——————
Nih Abu Hanif kerjaannya ginian diajak jihad. Ya jelas ndak nyambung…..
Maret 8, 2008 at 11:36 am
ini siapa sih rental internet kok ditinggal saja
Maret 8, 2008 at 11:37 am
siapa yang makai komputer no 45 ini…jangan ditinggal?
ada orang lain yang mau make
Maret 8, 2008 at 11:39 am
operator….knapa komputer saya kemasukan komputer sedbelah no 45
Maret 8, 2008 at 11:41 am
siapa abu hanif….kurang ajar banget….ganggu komputer gw nih…
Maret 8, 2008 at 11:42 am
gw gi perlu banget nih…..
Maret 8, 2008 at 12:17 pm
karena lu terlalu lama ninggalin komputer….n komputer lu masuk ke komputer aq no 44…flash disk lu aq ambil…..no ape aq ada di operator..
kalo lu mo flasdiks lu kembali….hubungi aq
minta no ape aq di operator warnet zebra
lu jangan ninggalin komputer begitu aja….mentang-mentang pakai paket 3 jam….
Maret 8, 2008 at 12:19 pm
tapi makasih ya…sisa jam pemakaian komputer lu aq pake…lumayan gratis 1 jam lebih
Maret 8, 2008 at 12:24 pm
aq org yang ada di komputer samping kamu no 44…aq nggak bermaksud ngambil flasdisk lu…tapi dp diambil orang lain….sekarng aq mo cabut dulu….
hubungi aq….no aq ada di operator…flasdiks lu aq pinjam dulu…kebetulan aq gi perlu download gambar…..(sorry gambar-gambar porno)…kalo lu dah hubungi aq….ntar flasdisknya aq taruh di operator warnet zebra
soalnya klo nggak aq ambil biasanya operatornya g’ jujur…n bilang mungkin flasdiks lu diambil orang lain….
maksih….yaaa
———————-
Kalau kerjaannya koleksi gambar porno…. bicara jihad??? haihata.. haihata…
Maret 8, 2008 at 12:32 pm
aq juga dah kirim email ke email lu no aq….sorry pinjam flashdisk lu….
aq masih baikkan…kalo aq nggak bertanggung jawab…pasti flasdisk lu dah aq ambil saja…
toh aq menemukan di komputer yang ditinggalkan orangnya…
Kalo lu nggak call aq dalam waktu 10 hari…flashdisk jadi milik aq
sebutin flashdisknya merek apa..warna apa…brapa MB…kalo bener berarti flasdik yang tertinggal emang milik lu….
ntar kalo lu dah call aq n bener tu flashdisk lu…flashdisknya aq titipin di operator warnet zebra…
buat admin situs ini…kalo bisa ngubungi bang hanif…tolong bilangin flasdisknya ada di aq….orang yang sewa komputer no 44, yang komputernya kemasukan komputer dia, n dia ninggalin gitu aja….nggak bertanggung jawab…..mungkin dia takut…karena komputer dia masuk ke komputer lain-lain….
Maret 8, 2008 at 12:35 pm
nih sampek jam 12.30 dia blom kembali juga…berarti dia bukan ninggalin sementara ‘kan….n sisa sewanya tinggal 10 menit.
nggak salah ‘kan andaikata aq mau ngambil flasdisknya…aq termasuk orang baikkan kalo flasdisknya aq pinjam untuk daownoad
Juni 13, 2008 at 10:08 am
ass ww,
karena ana sendiri atau akhi-akhi semua kan gak bisa bertabayyun. Bagi ana pribadi seh gak penting lah, wong nanti Allah sendiri yang menghakimi bukan ana.
bismillah
Kalau Afdholnya orang islam seh kedua belah pihak kudu bersumpah atas nama Allah 4x
Kita kan bukan umat Nabi Yusuf, Nabi Ibrahim, dll terlepas dari kemuliaan para Nabi sebelum Muhammad SAW.
Ini yang ana tau di sirah nabawiyyah … Muhammad SAW
suatu hari Abu Jahal dan Abu Lahab menemui Rasulullah SAW dan berkata “wahai Muhammad baiklah akan kami angkat engkau menjadi raja kami .. raja di jazirah arab ini cuma satu permintaan kamu janganlah engkau menghinakan tuhan kami (latta, Uza, Manat),” detik itu belum ada peperangan, bahkan orang Musyrik Makkah menawarkan jabatan yang kalau dalam islam sama aja dengan khalifah, apa Nabi SAW terima? Nabi SAW tau dia harus menegakkan agama ini dengan sebenar-benarnya, kompromi dalam islam itu thd orang kafir kan sedikit aja dan itu cuma buat ahlul kitab (yahudi, Nasrani)
1. Tidak boleh memaksakan agama islam dengan cara apapun (kekerasan, lilitan utang, ancaman dll)
2. Tidak memerangi para kafir jimni (orang kafir yang tidak bersikap bermusuhan) yang minta perlindungan
3. Membalas perbuatan para kafir harbi (orang kafir yang memusuhi islam) sesuai dengan apa yang mereka perbuat kepada kaum muslim, syarat dari Allah cuma “janganlah kamu melampui batas”
“melampui batas” dalam pandangan sebagian ulama islam disini adalah “memerkosa perempuan, membunuh anak-anak, menyiksa tawanan perang dengan cara-cara keji” dll.”
yang antum perlu tau wahai “Yang Mulia” abu hanif, Ana bergaul dengan orang orang yang sudah ke afghan, ambon dll. tidak ada lagi di dalam diri mereka untuk menyombongkan diri atas apa yang mereka kerjakan. kenapa? lha wong semua kan untuk mencari wajah Allah kenapa mesti berisik berisik?
Ana percaya akhi-akhi disini walaupun ada yang belum sempat berjihad pasti niatnya koar koar disini untuk membangunkan para muslimin yang tertidur
teman ana dari afghan bilang tidak akan sama orang yang sudah pernah berjuang langsung di medan tempur dengan orang yang belum pernah
ana tanya mengapa wahai akhi
jawabannya “bagaimana sama wahai akhi kalau kami menimba ilmu dari syaikh syaikh yang juga syahid”, bagaimana sama wahai akhi kalau di setiap detik nyawa ini harus direlakan lepas dari raga?, dan bagaimana sama akhi kalau janji Allah kita rasakan dengan nyata”
ana bertanya seperti apa?
“harum mewanginya, harum mewanginya sahabat sahabat yang gugur mendahului kita akhii, belum sempat kabar itu sahabat yang wafat sampai wanginya udah sampai akhii”
subhanallah… subhanallah… sesungguhnya DIAlah Dzat yang tidak pernah ingkar atas Janjinya. menangis ana dibuatnya menangis atas rasa malu ana yang duduk duduk tenang disini, menangis atas janji Allah yang belum ana dapatkan, menangis ana atas ketidakmampuan ana membela mereka yang sering dihina bahkan oleh sesama muslim
Jadi “Yang Mulia” Abu Hanif semoga “Yang Mulia” turun dari singgasana
Ana tidak kenal Imam Samudra cs secara fisik tapi secara iman .. insya Allah, Ana bukan FANS mereka, tapi tetap ana sempatkan membaca buku karangannya, tulisan Ali Gufron, trus ana baca juga buku yang counter Version dari mereka spt, mereka memang teroris. kalau antum baca hati hati, imam samudra itu mengajak bukan mengejek tapi kalau buku counternya mengejek bukan mengajak

ada salah satu pernyataan ustadz disitu yang ana geli karena ana yakin ust. ini ilmu agamanya jauh diatas ana, dia bilang Imam samudra itu riya mencari cari ketenaran heheehhe lucu juga .. apa betul? kan yang bikin Imam samudra cs tenar ya pemerintah bukan mereka bertiga ahahaah wong cari mati sempet sempetnya nyari tenar? atas nama selain Allah siapa disini bersedia ana sembelih terus ana siarin di radio atau televisi supaya tenar hahahaha, gak sempat lah cari tenar, bagi ana dia cuma mengajak kaum muslimin yang tertidur lelap kaya kita kita ini
ini jawaban ana buat antum dan ust. yang berkomentar bahwa orang orang jihad cari tenar saja
kurang lebih spt ini
Rasulullah SAW berkata: Sungguh kusukai cara Abu Bakar bershadaqah dan Umar bershadaqah dan aku lebih menyukai cara Ali bershadaqah”
kenapa begitu?
Abu Bakar As-Shidiq ra, sembunyi sembunyi dalam setiap shadaqahnya karena malu dan takut akan menimbulkan keriyaan dalam hatinya
Umar bin khattab ra, selalu terang-terangan dalam setiap shadaqahnya karena keinginannya yang besar untuk mengajak kaum muslimin lainnya untuk bershadaqah
Ali bin Abi thalib ra, inilah cara yang mirip dengan Rasulullah, kapan dia harus terang-terangan bershadaqah (mungkin di depan orang orang kaya yang malas shadaqah) dan kapan dia harus sembunyi-sembunyi
Nah mungkin saja saudara kita Imam Samudra termasuk yang spt KR. Umar bin khattab ra? apa yang ada di hatinya kan kita tidak tau betapa tega muslimin yang lain bilang dia cari riya, cari nama, cari tenar. dan kalau memang itu yang ada di hatinya Allah SWT lebih tau bukan hak kita untuk memvonis
Wallahualam bishawab
Agustus 18, 2008 at 10:16 am
SEPAKAT..!!
Juni 25, 2009 at 1:34 pm
mencari tauhid dalam sistem syirik,..,.,.,.,.,.?????????????