SOLO – Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba’asyir, menganggap pemerintah telah melakukan dosa besar. Dosa itu karena pemerintah mengeksekusi mati trio terpidana bom Bali 1, Amrozi, Mukhlas alias Ali Gufron, dan Imam Samudra.
Hal itu ditegaskan Ba’asyir, usai menjadi pembicara bedah buku >Surat kepada PenguasaMeteor< (Grup Jawa Pos).
Ba’asyir juga mempertanyakan kebenaran adanya korban tewas 200 orang dari bom tersebut. Sebab, hingga saat ini pemerintah belum berani membuktikan apa yang sebenarnya terjadi dalam aksi tersebut.
Ba’asyir pun menganggap pemerintah telah ditunggangi Amerika Serikat, untuk mengeksekusi mereka. Anggapan itu dikuatkan Uztad Halawi Ma’Mun LC MN, pembicara yang lain. Halawi mengatakan, acuan hukum yang digunakan pemerintah untuk mengeksekusi mati masih kabur.
“Kalau melihat eksekusi, tentulah haruslah parameter standar sesuai syariat. Apakah perlu hukum mati atau tidak. Sehingga, hukum yang diputuskan bukan hukum lainnya. Selama ini, ada hukum lain ini menghalalkan darah seseorang untuk dieksekusi. Padahal, menurut hukum syariat tidak halal,” jelas Halawi.
Surat Kepada Presiden
Acara kemarin memang untuk mengupas buku yang ditulis Ba’asyir. Dalam buku itu, pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, itu menunjukkan paham masyarakat sekarang ini sedang bengkok.
Pemahaman mereka bengkok, anggap Ba’asyir, karena ada ajaran-ajaran yang sesat masuk. Ajaran yang dianggap Ba’asyir sesat diantaranya adalah nasionalisme, sosialisme, dan liberalisme. Buku itu berawal dari keinginan Ba’asyir mengirimkan surat -berupa lembaran risalah- untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Namun, kami (bersama utusan lain) hanya ditemui di tengah jalan oleh staf juru bicara (kepresidenan). Mau bertemu saja sudah dihadang banyak penjaga dari polisi dan TNI. Maka, kami menyusun lembaran risalah yang akan kami sampaikan menjadi sebuah buku ini,” ungkap Ba’asyir.
Konsep buku itu sebenarnya dibuat selama Ba’asyir ditahan di Lapas Cipinang. Saat ditahan, dia juga sempat membuat surat untuk Presiden. Namun, oleh ulama-ulama dari organisasi lain langkah itu ditentang. Bahkan, hingga sampai saat ini masih ada yang menentang terbitnya buku Ba’asyir.
Buku itu pada intinya berisi harapan Ba’asyir akan dipakainya hukum yang sesuai Islam di Indonesia. Dengan cara Islam, maka pemerintah bisa lebih tegas dalam melangkah untuk membangun rakyatnya. “Contohnya, ada yang melarang untuk melakukan zina. Tapi. ujungnya kalau terpaksa zina dianjurkan pakai kondom. Ini masukan yang merusak sebuah ideologi,” sergah Ba’asyir.
Dia juga menganggap adanya aliran Ahmadiyah, JIL, kasus nabi palsu, dan Lia “Jibri” Eden ini telah merusak Islam. Namun, pemerintah tidak tegas menuntaskan masalah yang dianggapnya telah melencengkan akidah. (roy/jpnn/tej)
dari jawa Pos radar Solo, Senin 26 Muharram 1429 / 4 Januari 2008
Februari 5, 2008 at 4:30 pm
Kenapa haram membunuh mereka?
Gak ngerti nih?
——————
abah zacky:
Kita mau memahami harus memakai logika dan dasar berpikir yang sama. Istilah haram yang dipakai Ustadz Abu bakar ba’asyir itu adalah istilah agama. Bukan istilah hukum internasional, atau hukum positif. Haram dalam hukum positif belum tentu haram dalam hukum agama. Dan haram dalam istilah agama belum tentu haram dalam istilah hukum positif.
Saya kira, ini ang harus dipahami dahulu, agar bisa memahami maksudnya. Kalau anda memahami pernyataan ustadz Abu Bakar pakai logika hukum positif, ya tidak akan ketemu.
Februari 6, 2008 at 11:20 pm
Sebelumx thanks penjelasanx, tapi maaf msh bingung nih… Kenapa menurut agama haram membunuh mereka?
Februari 13, 2008 at 11:20 am
Aww… anta benar. karena hukuman mati itu bertentangan dengan sila ke dua Pancasila (berhala indonesia). ana ingatkan pada kaum muslimin, berjuanglah dan pancunglah leher-leher nasrani(babi) dan yahudi (kera) yang kesemuanya itu merupakan konspirasi politik amerika dan austrlia. 3 orang itu mujahid insyaAllah. dan mereka telah beramal lebih,tuk memperbaiki moral masyarakat indonesia dan dunia.do’a ana slalu menyertai mreka smoga dibri keselamatan, kemudahan, kelapangan dan terjaga slalu niatnya. salam tuk ust.AbdusShomad,syekh Usamah, Syeikh Abu Aiman hafidzahulloh.www. tolong ana dikirimi koleksi vcd jihad alami.jzkumulloh khairan.www
Februari 14, 2008 at 3:11 pm
@ no.3:
beramal lebih kok berupa bunuh orang lain yg tak bersalah? kalo mo jihad ente harusnya ledakin bom di aussie or amrik sono.
Februari 17, 2008 at 11:37 pm
Haram membunuh mereka(menurut agama)?
Mungkin pengharaman tsb berlaku atau hanya menurut pendapat sebagian orang yg notabene sepaham dg amrozi cs.
Selama ini, dari apa yg saya lihat dan dengar dari berita yg ada, sptnya tdk ada penyesalan di hati mereka, bahkan kesan yg saya tangkap bhw mereka justru menantikan saat eksekusi tsb, krn dg begitu mrk berfikir akan sgr mendapat pahala surga.
Nah kl yang bersangkutan saja sdh spt itu kenapa hrs ditunda lagi. Anggap saja kita menghantarkan mrk ke surga (itupun kalau mrk benar2 msk surga???) Jadi di mana letak dosa besarnya? Apa karena mrk dianggap sbg pahlawan Islam bg segelintir orang yg sepaham dg mereka macam si abu abdillah, abu bakar ba’asyir dll.
Enak sekali mereka mendeskripsikan hukum negara dg pemahaman mereka yg sempit, segala sesuatunya hrs sesuai syariat Islam, memangnya negara ini milik orang2 Arab model mereka..??? Negara ini milik banyak orang, milik orang Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dll.
Apa orang2 non Islam itu tdk layak hidup di dunia/ Kenapa kita tdk menyerahkan penghakiman itu kpd Tuhan yang menciptakan hidup kita? Mengapa kita mengambil alih peran Tuhan sebagai Hakim Agung?
————-
abah zacky:
he he he… besok kalau ada maling hakimnya Tuhan saja ah….
Februari 17, 2008 at 11:52 pm
Komentar sdr Abu Abdillah menurut saya terlalu provokatif. Bgmn tdk kl dia malah memprovokasi orang untuk memancung leher orang2 Nasrani dan Yahudi. Kalau memang situ berani berbuat spt itu, pergilah ke perbatasan Palestina dan Israel di sana banyak kepala orang2 Yahudi atau pergilah ke Amerika karena di sana banyak kepala orang2 Nasrani yg siap anda pancung. Bagaimana?
saya yakin orang spt anda tdk akan berani. Bawalah pedang, pergilah ke sana, katakan kpd petugas begitu anda tiba di Bandara / pelabuhan tempat yg anda tuju, katakan bhw anda akan memancung kepala mereka, kepala saudara, orangtua atau anak2 mereka. Kalau berani lakukan, ayo…Saya yakin anda tak akan berani, paling2 anda hanya mampu berkoar2 saja. jangan takut dibunuh oleh orang Amrik atau yahudi karena toh anda akan masuk surga bukan?
Februari 20, 2008 at 2:15 pm
orang islam tidak boleh dibunuh karena membunuh kafir…..begitu ya bah???
untuk DEE biar aja orang komentar nt kok sewot????
kalau menurut dia yang bisa menjaga jiwa dan harta kafir itu cuma kata laa ilaha illallah atau bayar jizyah nt juga mau sewoot??????
Februari 20, 2008 at 8:52 pm
gini lho mas…kita ini kan masih dalam masa persiapan jadi kalo mbawa2 pedang diairpot ya ditangkep pulisi tooooh…? tapi sampeyan jangan kuatir….jika waktune wis tiba…ndak usah sampean suruh saya tak ke airpot yang jarene sampean itu terus endasnya tak potongi dan tak kirimken ke alamate sampean buat bukti….atau juga bisa buat koleksiiiii
————–
Abah zacky:
kalau tengkoraknya ente buat bandul kalung, lebih joss. Atau kupingnya saja buat bandul kuncimu…. hua ha ha..
Mei 2, 2008 at 2:00 pm
Bersiap-siap teruuusssss……..?????
Agustus 7, 2008 at 3:30 am
saya setuju negara ini mengganti hukuman dgn di suntik aja… heheh ngeri denger nye yg kate nye kl di door gak mati mau di door lg di kepala nye ….
Agustus 26, 2008 at 4:45 pm
wah saya udah ga sabar nih tunggu eksekusi amarozi cs, biar dia merasakan akibatnya di neraka yang sangat sangat panas, ada PEMBUNUH ko di bela, apalagi TPM, dengan gigihnya membelai mereka, padahal disatu sisi banyak keluarga korban muslim dan non muslim yang mengalami penderitaan panjang.
ANEHNYA TPM pernah berkata bahwa membunuh amrozi cs adalah perencanaan pembunuhan, harusnya TPM berpikir, apakah membunuh 200 orang, dan menyebabkan ratusan orang cacat tidak melakukan perencanaan pembunuhan !!!!!!
Oktober 12, 2008 at 5:48 pm
Amrozi cs scara logika dan mnurut smua agama jelas2 berdosa. Tindakan iblis.Tdk satupun pmbunuhan dapat dbenarkan. Trus ba’asyir bilang nasionalisme ajaran sesat? Lagi mabok kali dia ya? Indonesia bhinneka tunggal ika.Jangan sampai jd negara islam!!
—————-
abah:
Negara islam? Kenapa takut???
Emang kalau jadi negara Islam, semua orang harus pindah ke agama Islam? ndak lah yaa….
kalau saya, berdo’a agar Indonesia segera menjadi negara Islam… amin
Oktober 23, 2008 at 4:16 pm
Aa,,, Amrozi sendiri yang mengakui perbuatannya kan? Jadi kenapa haram??
November 3, 2008 at 9:15 am
sebaik manusia berbuat menurut saya adalah bertindak atas sebuah keyakinan yang bulat dan tak sumbing sedikitpun.Amrozi cs memiliki itu. Sebagai manusia mereka adalah orang yang taat beribadah. Selama dipenjara melakukan perenunganyang rutin dengan Allah. Mustahil allah tidak menunjuki mereka, kalau allah tidak menunjuki dimana letak allah maha memberi petunjuk. Menurut hemat saya, keyakinan yang amrozi cs miliki adalah keyakinan yang datang dari allah. Dan, keyakinan itu tentu tidak semua orang yang diberi. Lalu bom bali menurut hemat saya adalah musibah allah yang ditakdirkan melaluitangan amrozi cs.Lalu bagaimana korban dari kalangan sipil yang tak ada urusan. Sama halnya dengan musibah secara umum. Tsunami tidak memilih korban yang berkaitan saja,tapi sapu bersih, tsunami itu datang dari allah.
Desember 12, 2009 at 7:05 am
Siapa yang Alloh beri petunjuk maka tak ada seorang pun yg dpt menyesatkannya, dan barang siapa yg Alloh sesatkan maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
Afwan, jika Alloh tidak memberi petunjuk, itu hak Alloh, jadi salah perkataan anda “Mustahil allah tidak menunjuki mereka, kalau allah tidak menunjuki dimana letak allah maha memberi petunjuk”(ISTIGHFARLAH ATAS PERKATAAN INI).
Mari bersama sama terus menuntut ilmu yg bermanfaat, ilmu yg tertinggi adalah tauhid kepada Alloh, ini dulu yang kita pelajari dan tanamkan dalam hati,seperti yang Rosululloh dakwahkan pertama kali adalah tauhid. Hendaklah kita mencontoh Rosululloh dalam semua ibadah kita.Wallohua’lam.
Afwan.
November 3, 2008 at 4:07 pm
kalau nasrani babi, yahudi kera, amrozi cs anjingnya aja yo… ba’asyir kelaut aje..
November 10, 2008 at 8:28 am
Buat yang pro Amrozi:
Ketika Sayyidina Salman al-Farisi ra sudah berada di gerbang Persi saat itu tentara Islam dengan sangat bersemangat pengennya langsung mau menyerbu masuk kota. Apa kata Sayyidina Salman ra? Nabi menyuruh kita untuk menda’wahi mereka selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Setelah itu beri mereka pilihan: 1. Menerima Islam. 2. Membayar Jizyah. 3. Berperang.
Jadi… tanya kenapa?
Saya pribadi sangat menyesalkan pembelaan yang terkesan membabi-buta dari Ust Abubakar Baasyir terhadap Amrozi cs. Kalau seumpama keluarga dekat Anda ada yang jadi korban bom Bali…
November 10, 2008 at 11:50 am
stigma yang beredar dimasyarakat memang sangatlah sulit untuk dirubah,apalagi didukung dengan doktrinasi oleh media massa baik cetak maupun elektronik yang memvonis merekalah teroris. Anda-anda semua buka mata lebar-lebar, bagaimana Amerika dengan sejuta alasan yang dibuat-buat menjadi teroris international yang dilegitimasi oleh PBB? tidak terdengan gaung kutukan bak amrozi cs terhadap amerika. Berapa korbannya? tidak pernah dieksploitasi seperti korban bomb bali.Sebagai muslim tentu kita sadar akan propaganda yang ditujukan kepada kita agar terpecah belah, jangan anda-anda termakan oleh hasutan para kafirin.Kematian Amrozi cs adalah tonggak perjuangan kita untuk tegakkan Islam di bumi Nusantara ini, bukan lagi islam yang dilecehkan oleh para munafiqun dan para kafirun. Mari kita buktikan bahwa Amrozi cs adalah bukti korban dan perbuatan dzolim yang terorganisir.Allahhu Akbar!!!!!