Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda; demi dzat yang diriku ada ditangan-Nya, kalian tidak akan masuk sorga sehingga kalian beriman. Kalian tidak dapat beriman sehingga kalian saling mencintai. Sukakah aku tunjukkan kepada sesuatu pabila kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah Salam di antara kalian. (Tirmidzi)

Sorga adalah suatu kenikmatan abadi, kenikmatan hakiki yang tiada kata akhir. Itulah sebabnya insan yang hidup di dunia ini senantiasa merindukan sorga. Tetapi sayang tidak semua orang mengetahui jalan yang benar untuk dapat meraih sorga hakiki itu. Bahkan tak jarang di antara manusia yang merindukan sorga itu mengambil jalan berlawanan terhadap jalan menuju sorga karena ketidaktahuannya. Lalu apa jalan ke sorga itu?

Kunci pertama seseorang dapat masuk sorga adalah iman. Secara kebahasaan arti iman adalah percaya, yaitu mempercayai Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, adanya hari akhir dan taqdir. Iman bisa pula diartikan aman. Maknanya, orang yang beriman akan mendapatkan keamanan dari siksa neraka, di akhirat kelak dan keamanan dari kejahatan di dunia.

Tetapi iman dalam konsepsi Islam bukan hanya sekedar kepercayaan di dalam hati. Para ulama’ mengartikan iman dengan “kepercayaan di dalam hati, diucapkan dalam lisan, lalu diamalkan dalam perbuatan”. Sesuai dengan definisi ini, iman seseorang harus diwujudkan dalam perbuatan, tidak cukup hanya di hati dan di dalam lisan saja.

Salah satu wujud iman yang cukup menonjol adalah adanya rasa saling mencintai di antara sesama kaum mukminin. Karena itulah kata kunci kedua untuk dapat masuk ke dalam sorga adalah adanya rasa saling cinta sesama mukmin ini. Sebab rasa cinta seiman bukan sembarang cinta, rasa cinta seiman adalah wujud adanya iman itu sendiri. Allah menegaskan bahwa orang-orang yang beriman itu adalah saudara, dan mereka harus selalu memperbaiki persaudaraannya sebagaimana firman-Nya

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (al-hujurat:11).

Kemudian Rasulullah saw. menggambarkan bahwa sesama mukmin dalam hal kasih sayang seharusnya adalah seperti satu tubuh. Dan bahwasannya tanda benarnya iman di dalam dada adalah adanya rasa cinta dan benci yang dilandasi keimanan itu sendiri seperti sabda rasul saw.

Dari Abu Umamah, dari Rasulullah saw, bahwasannya beliau sersabda; Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan mencegah karena Allah maka ia telah menyempurnakan imannya (Abu Dawud)

Dari paparan di atas, kecintaan atas dasar iman memiliki posisi yang sangat penting, karena merupakan indikator kebenaran iman seseorang. Karena itulah mengetahui cara membangun kecintaan menjadi sesuatu yang penting pula. Dan Rasulullah telah menjelaskan bahwa cara untuk membangun kasih sayang itu adalah dengan menebarkan salam.

Salam yang diajarkan oleh Rasul adalah ucapan assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ini adalah ucapan salam yang ditetapkan di dalam Islam untuk dipergunakan dalam pergaulan sesama mukmin. Ucapan ini tidak boleh diganti dengan good morning, selamat pagi, atau pun sugeng enjang, sebagaimana yang pernah digagas secara dekonstruktif oleh Gus Dur. Jika kita melihat keduanya sebagai ucapan selamat, maka pertama ucapan salam Islam mengandung makna do’a kepada Allah. Kedua salam Islam memiliki nilai filosofi yang lebih dalam. Dan ketiga Salam Islam itu adalah kebiasaan Rasulullah saw.

Salam Islami memiliki 3 kata pokok, yaitu salam, rahmah dan barakah. Salam artinya damai dan selamat. Di antara maknanya, bahwa Islam menghendaki terjadinya perdamaian di muka bumi ini, bukan meneror. Jika semua orang mengalunkan ajakan hidup damai seperti ini, maka manusia akan terjamin keselamatannya dalam kehidupan di dunianya maupun di akhiratnya. Dan jika salam Islam ini dihayati benar, maka akan hilanglah permusuhan dan peperangan di dunia ini.

Rahmat artinya kasih dan sayang, Dengan hal itu diharapkan agar hubungan antar sesama muslim dapat diwarnai dengan rasa kasih sayang. Selain itu rahmat juga difahami sebagai sumber pancaran yang akan menumbuhkan rasa aman. Dan unsur ketiga adalah barakah, yaitu buah dari kedua unsur sebelumnya. Jika kehidupan orang mukmin sudah diliputi dengan kedamaian dan kasih saying, maka ia akan merasakan nilai lebih dalam kehidupan ini. Nilai lebih itulah barakah, sehingga dengan salam hidup kita akan menjadi semakin hidup.

Nah, jika salam Islami ini kita sebarkan dan dunia dipenuhi dengan semangat salam Islami, maka keamanan di dunia pun akan terwujud. Keamanan dari adzab akhiran, insya Allah, juga akan terealisasi, Amin

download