Sesungguhnya dunia adalah ‘darul-bala’ (tempat ujian). Siapa yang tidak mendapat ujian atau musibah dalam hartanya, akan diuji jasadnya. Siapa yang tidak diuji jasadnya akan diuji anak-anaknya. Maka sudah merupakan sunnatullah bahwa setiap insan pastilah akan mendapatkan ujian dan cobaan baik berupa keburukan atau kebaikan. Allah Ta’ala berfiman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah” (al-Balad: 4).

Abdul Malik bin Abhar berkata, “Tidak ada seorang manusia pun, melainkan akan diuji dengan kesehatan untuk melihat apakah ia mensyukurinya. Atau diuji dengan musibah untuk melihat apakah ia bersabar atasnya”. (lagi…)

Soal:
Assaamu’alaikum wr. Wb
Usa. Hadis tentang larngan memotong kuku dan rambut dalam udlhiyyah, maksudnya apa? Kuku binatang atau kuku orang yang berkorban? Berapa lamanya tidak boleh memotong kuku itu dan hikmah dari disyari’atkan ini apa? Jazakallah ats jawabannya

(lagi…)

Keteguhan hati seseorang berkait erat dengan amalnya di dunia. Dan benarlah Firman Allah,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki..” (Ibrahim:27)

Saksikanlah, gambar berikut adalah gambar seorang mujahid di Chechnya, kepalanya berlumuran darah.

mujahid

Seorang Mujahid Chechnya mengucap syahadat menjelang ajal


(lagi…)

Oleh Al-Ustadz. Abdul Qadir Hasan Baraja’
(Kholifah/Amirul Mu’minin)

اللّهُ أكبر اللّهُ أكبر لا إلَهَ الا اللّه اللّهُ أكبر اللّهُ اكبرو لِلّه الحمدَ اللّهُ أكبر اللّهُ أكبر لا إلَهَ الا اللّه اللّهُ أكبر اللّهُ اكبرو لِلّه الحمدَ

Kaum Muslimin dan Muslimat yang berbahagia dan dirahmati Allah
Alhamdulilah bahwa sampai saat ini, atas Rahmat dan Karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan hidup untuk Beribadah dengan segala fasilitas duniawi yang kita miliki. Tidak kurang-kurangnya kita bersyukur, atas segala Ni’mat yang tiada terhitung banyaknya itu demi kesejahteraan Jasmani dan Rohani kita, sebulan yang baru berlalu ibadah shaum Ramadhan telah kita tekuni, dimana kita semua telah berupaya maksimal tentunya, menurut kemampuan kita masing-masing untuk membersihkan diri lahir dan bathin dari segala dosa dan bentuk kema’siatan, kita telah sanggup menekan dan menahan keinginan nafsu serakah kita selama sebulan penuh.
(lagi…)

(ini dari sebuah komentar yang saya pindh agar tidak mengganggu pembaca tulisan yang saya postingkan, segala tanggung jawab tulisan ad pada penulis yang telah disebutkan di bawah ini)
(lagi…)

Assalamu’alaykum

Ustadz, bagaimana sebenarnya hukumnya menambahi sebutan almarhum dan as syahid pada nama orang yang sudah meninggal ?

Hamid
hamid12@yahoo.com
(lagi…)

Brigadir Jenderal Moin Haider dan sopirnya tewas di dalam mobil saat dalam perjalanan ke tempat kerja, pengawalnya terluka.
Serangan bersenjata terhadap Jenderal bintang satu ini, menurut saksi mata, dilakukan dua laki-laki tak dikenal mengendarai sepeda motor di ibu kota Pakistan, Islamabad, Kamis (22/10).

Serangan ini diduga bertalian dengan serbuan besar-besaran pasukan Angkatan Darat Pakistan terhadap markas Taliban beberapa waktu lalu di Waziristan Selatan, dekat perbatasan Afghanistan
(lagi…)

Semakin maraknya perlawanan terhadap dominasi Barat terhadap dunia Islam, yang ditandai dengan munculnya berbagai perlawanan bersenjata, oleh para sosiolog selalu dikaitkan dengan Sayyid Quthb, yang dituding sebagai biang intelektual munculnya radikalisme dalam Islam. Tudingan ini bukan hanya dari pihak Barat, bahkan juga dari sebagian kaum muslimin. Lebih parah dari orang Barat yang kafir, bahkan kaum muslimin sampai mengatakan haram membaca buku tulisan Sayyid Quthb. Alasan yang biasa mereka gunakan, Sayyid adalah tokoh sesat yang akan menyesatkan ummat Islam. Dia ahli bid’ah yang harus disingkirkan dari komunitas ummat Islam.

Benarkah Sayyid Quthb sesat, sehingga layak untuk dipojokkan sedemikian rupa? Marilah kita lihat sekilah tentang kehidupan dan pemikiran sayyid Quthb.
(lagi…)

Selama ini kita tidak pernah mendengar terjadinya kisruh politik yang berarti di negeri Paman Sam. Sepertinya negara ini merasakan kenikmatan hidup di bawah sistem pemerintahan republik federal. Benarkah demikian?
(lagi…)

Isy Kariman aw Mut Syahidan. Hidup Mulia Atau Mati Syahid. Slogan ini oleh aktivis Islam Liberal dianggap sebagai Slogan Pembangkit Militansi, ‘Teologi Maut’ yang negatif dan menghancurkan dan tidak sesuai dengan Islam. Jawa Pos, sebuah harian yang rajin mengekspos ide-ide sekuler dan liberal menurunkan tulisan sejak tanggal 26 September 2009 secara berseri untuk membahasnya. Tercatat ada 8 orang penulis, mulai dari Syafi’i Anwar hingga Kamaruddin Hidayat, termasuk Musdah Mulia ikut ambil bagian membuat tulisan pesanan tersebut.
(lagi…)

Halaman Berikutnya »